Pengaruh Pemberian Short Wave Diathermy dan Hold Relax terhadap Pengurangan Nyeri pada Piriformis Syndrome di RSUD Solok Tahun 2016
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Kumullah, Rahimah
Advisor:
Hasnita, Evi
Asnandra, Novan
Asnandra, Novan
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Short Wave Diathermy, Hold Relax, Piriformis Syndrome
DOI:
-
Abstract :
Insidensi kejadian nyeri punggung bawah dibeberapa Rumah Sakit seluruh Indonesia sekitar 8,4-10,8%, frekuensi terbanyak pada usia 35-65 tahun. Pada survei data awal di RSUD Solok, dari 8640 kunjungan instalasi fisioterapi dalam 1 tahun, terdapat 3% diantaranya penderita ishialgia atau sebanyak 264 pertahun dan perbulannya terdapat 22 kunjungan. Ischialgia menempati urutan ke 2 dari 10 kasus yang ada di instalasi fisioterapi RSUD Solok tahun 2015.
Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain pre dan post test. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien piriformis syndrome di RSUD Solok pada bulan juli-agustus 2016. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan sampel 10 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembaran observasi skala nyeri pada pasien piriformis syndrome. Analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan analisis parametric uji paired samples t-test dengan sebaran data normal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nyeri gerak sebelum intervensi adalah 5,95 dan setelah intervensi berkurang menjadi 5,25, sedangkan nyeri tekan sebelum intervensi adalah 5,98 dan setelah intervensi berkurang menjadi 5,35. Hasil analisi statistic menggunakan uji paired samples t-test menunjukan adanya pengaruh pengurangan nyeri nilai p=0,000 sebelum dan setelah intervensi. Dapat disimpulkan bahwa terapi short wave diathermy dan hold relax berpengaruh terhadap pengurangan nyeri pada piriformis syndrome. Untuk itu diharapkan kepada pasien untuk aktif dan disiplin mengikuti program terapi agar lebih efektif dalam pengurangan nyeri.
Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan desain pre dan post test. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien piriformis syndrome di RSUD Solok pada bulan juli-agustus 2016. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan sampel 10 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembaran observasi skala nyeri pada pasien piriformis syndrome. Analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan analisis parametric uji paired samples t-test dengan sebaran data normal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nyeri gerak sebelum intervensi adalah 5,95 dan setelah intervensi berkurang menjadi 5,25, sedangkan nyeri tekan sebelum intervensi adalah 5,98 dan setelah intervensi berkurang menjadi 5,35. Hasil analisi statistic menggunakan uji paired samples t-test menunjukan adanya pengaruh pengurangan nyeri nilai p=0,000 sebelum dan setelah intervensi. Dapat disimpulkan bahwa terapi short wave diathermy dan hold relax berpengaruh terhadap pengurangan nyeri pada piriformis syndrome. Untuk itu diharapkan kepada pasien untuk aktif dan disiplin mengikuti program terapi agar lebih efektif dalam pengurangan nyeri.