Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Berisiko Pada Remaja SMP N 11 Kota Sungai Penuh Tahun 2021
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Gustiningsih, Roza
Advisor:
Oktavianis
Delvina, Visti
Delvina, Visti
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Faktor-Faktor, Perilaku Seksual Berisiko, Remaja.
DOI:
-
Abstract :
Masa remaja merupakan masa yang paling rawan, Sebagian besar dari remaja biasanya sudah mengembangkan perilaku seksualnya. SDKI 2017 melaporkan Persentase umur pertama berhubungan seksual pada wanita dan pria meningkat dari 59% hasil SDKI 2012 menjadi 74%. Perilaku seksual remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor intrinsik dan ekstrinsik. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Berisiko pada Siswa SMPN 11 Kota Sungai Penuh tahun 2021. penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional, dilakukan di SMPN 11 Kota Sungai Penuh pada bulan Juli-Agustus 2021. Populasi seluruh siswa SMPN 11 Kota Sungai Penuh kelas VIII-IX. Pengumpulan data dengan cara mengambil langsung informasi dari responden. Analisis dengan uji Chi Square.. Hasil uji statistik diperoleh p value=0,001(< 0,05), disimpulkan ada hubungan antara variabel pengetahuan remaja dengan perilaku seksual berisiko. P value=0,044(< 0,05), maka dapat
disimpulkan ada hubungan antara variabel sosial media dengan perilaku seksual berisiko. P value=0,000(< 0,05), maka dapat disimpulkan ada hubungan antara variabel teman sebaya dengan perilaku seksual berisiko. Kesimpulannya Diharapakn remaja meningkatkan pengetahuan tentang perilaku seksual berisiko, bisa memilah yang baik dan buruk dalam penggunaan media sosial dan mampu memilih lingkungan pergaulan teman sebaya yang positif agar tidak terjerumus pada pergaulan yang salah, dalam hal ini perilaku seksual berisiko.
disimpulkan ada hubungan antara variabel sosial media dengan perilaku seksual berisiko. P value=0,000(< 0,05), maka dapat disimpulkan ada hubungan antara variabel teman sebaya dengan perilaku seksual berisiko. Kesimpulannya Diharapakn remaja meningkatkan pengetahuan tentang perilaku seksual berisiko, bisa memilah yang baik dan buruk dalam penggunaan media sosial dan mampu memilih lingkungan pergaulan teman sebaya yang positif agar tidak terjerumus pada pergaulan yang salah, dalam hal ini perilaku seksual berisiko.