Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Hiang Kabupaten Kerinci Tahun 2021

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Adita, Amy Audia
Advisor:
Hasnita, Evi
Nengsih, Widya
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Faktor-faktor, Stunting, Balita usia 12-59 bulan.
DOI:
-
Abstract :
Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Presentase balita pendek di Indonesia masih tinggi dan merupakan masalah kesehatan yang harus segera ditangani. Indonesia memiliki kejadian stunting mencapai angka 29,6%. Provinsi Jambi balita sangat pendek sebesar 13,4%. Kabupaten Kerinci tahun 2020 sebanyak 42,4%. Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui Faktor-faktor apa sajakah yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di
Wilayah Kerja Puskesmas Hiang Kabupaten Kerinci tahun 2021. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional, dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Hiang pada bulan Juli-Agustus 2021. Populasi penelitian seluruh ibu yang mempunyai balita berusia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Hiang pada bulan JuniJuli 2021. Pengumpulan data dengan cara mengambil langsung informasi dari responden. Analisis data dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 17 (15.5%)
balita stunting dan 93 (84.5%) normal, 36 (32.7%) ibu tidak patuh ANC dan 74 (67.3%) patuh, 38 (34.5%) tidak ASI Eksklusif dan 74 (67.3%) ASI Eksklusif, 61 (55.5%) pola makan kurang baik dan 49 (44.5%) pola makan baik. Sebanyak 17 (15.5%) riwayat BBLR dan 93 (84.5%) lahir normal, 26 (23.6%) pendapatan< UMK dan 84 (76.4%) pendapatan> UMK,terdapat hubungan antara kepatuhan ANC, ASI Eksklusif, Pola makan, Riwayat BBLR, dan Pendapatan Keluarga dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Hiang. Kesimpulannya diharapkan peningkatan peran petugas dalam penginformasian informasi tentang stunting, melakukan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting, orang tua rutin membawa balita kePosyandu untuk memantau petumbuhan dan memperhatikan pola makan balita.
Download From Google Drive