Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu, Pola Pemberian Makan, Dan Status Ekonomi Dengan Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Anak Air Kota Padang Tahun 2021
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Divani, Anggi Tiara
Advisor:
Rifdi, Febriniwati
Medhyna, Vedjia
Medhyna, Vedjia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Balita, Pengetahuan, Pola Makan, Status Gizi, Status Ekonomi.
DOI:
-
Abstract :
Pertumbuhan anak balita sangat pesat, sehingga membutuhkan zat gizi yang relatif tinggi dari orang dewasa. Selain itu, organ pencernaan pada usia ini belum berkembang sempurna, sehingga memerlukan makanan yang tepat sesuai dengan kuantitas maupun kualitasnya. Karena, pada anak yang berusia 12-36 bulan merupakan konsumen pasif.Konsumen pasif yaitu, makanan yang akan dikonsumsi anak pada usia ini tergantung dari apa yang disediakan ibu. Jadi, ibu sangat berperan penting terhadap kebutuhan nutrisi pada anak. Tujuan dari penelitian ini yaitu, untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu, pola pemberian makan, dan status ekonomi dengan status gizi balita. Metode penelitian : penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu dan balita usia 1-4 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Anak Air Kota Padang sebanyak 7.836, dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling, dengan sampel sebanyak
99 orang responden. Hasil penelitian diperoleh tingkat pengetahuan ibu kurang dengan status gizi balita kurang 14,1% responden dengan p value : 0,000, pola pemberian makan kurang dengan status gizi kurang 15,2% dengan p value= 0,003, status ekonomi kurang dengan status gizi balita 13,1% dengan p value : 0,031. Dapat disimpulkan bahwa, ada hubungan tingkat pengetahuan, pola pemberian makan, dan status ekonomi dengan status
gizi balita. Diharapkan kepada tenaga kesehatan dan para kader posyandu memberikan perhatian yang lebih dan secara komprehensif terhadap pemantauan status gizi pada balita yaitu selain rutin memantau status gizi balita juga dapat memberikan penyuluhan kepada orang tua tentang gizi balita. Selain itu, diharapkan kepada orang tua agar menambah wawasannya dengan cara membaca buku maupun browsing internet mengenai gizi seimbang pada balita, terutama pada komponen karbohidrat dan protein, cara mengolah sayur, dan cara ,engolah masakan dengan menggunkan garam.
99 orang responden. Hasil penelitian diperoleh tingkat pengetahuan ibu kurang dengan status gizi balita kurang 14,1% responden dengan p value : 0,000, pola pemberian makan kurang dengan status gizi kurang 15,2% dengan p value= 0,003, status ekonomi kurang dengan status gizi balita 13,1% dengan p value : 0,031. Dapat disimpulkan bahwa, ada hubungan tingkat pengetahuan, pola pemberian makan, dan status ekonomi dengan status
gizi balita. Diharapkan kepada tenaga kesehatan dan para kader posyandu memberikan perhatian yang lebih dan secara komprehensif terhadap pemantauan status gizi pada balita yaitu selain rutin memantau status gizi balita juga dapat memberikan penyuluhan kepada orang tua tentang gizi balita. Selain itu, diharapkan kepada orang tua agar menambah wawasannya dengan cara membaca buku maupun browsing internet mengenai gizi seimbang pada balita, terutama pada komponen karbohidrat dan protein, cara mengolah sayur, dan cara ,engolah masakan dengan menggunkan garam.