Pengaruh Pemberian Ultrasound dan contract relax strecing terhadap pengurangan nyeri pada kasus piriformis sindrome di RSUD Kota Solok tahun 2016
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Afriyanti, Fanny
Advisor:
Adriani
Enrida, Yenri
Enrida, Yenri
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Ultrasound, Contract Relax, Piriformis Sindrome, nyeri
DOI:
-
Abstract :
Piriformis Syndrome adalah kondisi dimana ketika otot piriformis menekan dan mengiritasi seratbut syarat sciatic sehingga menimbulkan sensasi nyeri pada area panggul dan menjalar hingga ke kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Ultrasound (US) dan Contract relax terhadap pengurangan nyeri pada kasus piriformis syndrome di RSUD Kota Solok Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan pendekatan pre dan post test. Populasi pada penelitian seluruh pasien dengan diagnosa piriformis syndrome yaitu sebanyak 20 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling sehingga didapatkan sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 10 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar observasi dan analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji t-dependent test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata rata-rata intensitas nyeri responden sebelum intervensi adalah 5,80 dan menurun menjadi 2,00 setelah 12 kali intervensi. Terdapat perbedaan rata-rata intensitas nyeri akibat piriformis syndrome sebelum dan sesudah pemberian terapi dengan modalitas Ultrasound dan contract relax dengan beda rata-rata 3,80 dan pvalue = 0,000. Dimana terjadi penurunan nyeri setelah intervensi. Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi dengan modalitas Ultrasound (US) dan contract relax efektif terhadap penurunan nyeri pada kasus piriformis syndrome, untuk itu diharapkan kepada pasien untuk selalu disiplin dalam menjalani terapi yang diberikan oleh petugas, khususnya dengan penggunaan modalitas Ultra Sound (US) dan contract relax yang terbukti efektif terhadap penurunan nyeri pada kasus piriformis syndrome