Pengaruh Pemberian Sari Kurma Dan Madu Pada Akhir Kehamilan Terhadap Durasi Persalinan di PMB Wilayah Kerja Puskesmas Kebun Sikolos Kota Padang Panjang Tahun 2020
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Flowerin, Ulvazri
Advisor:
Fitri, Nina
Indreswati
Indreswati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pemberian sari kurmadan madu, durasi persalinan.
DOI:
-
Abstract :
Partus lama rata-rata di dunia menyebabkan kematian ibu sebesar 8 % dan
di Indonesia sebesar 9 %(WHO, 2018). Kemajuan persalinan pada kala I fase aktif merupakan saat yang paling melelahkan, berat, dan kebanyakan ibu mulai
merasakan sakit atau nyeri, dalam fase ini kebanyakan ibu merasakan sakit yang hebat karena kegiatan rahim mulai lebih aktif. Pada fase ini, dibutuhkan kontraksi (power) yang adekuat untuk dapat memulai persalinan Salah satu upaya yaitu dengan pemberian nutrisi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Pengaruh pemberian sari kurmadan madu padaakhir kehamilan terhadap durasi persalinan di PMB wilayah kerja Puskesmas Kebun Sikolos Kota Padang Panjang tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desainpenelitianQuasi-Eksperimental design dengan rancangan penelitian postest only control desaign dengan pengambilan sampel secara total samplingyaitu pengambilan sampel yang didasarkan padapertimbangan tertentudibuat peneliti yang memenuhi kriteria inklusi dengan jumlah sampel 12 orang. Analisis data dengan menggunakan analisis univariatdan bivariat dengan uji T-dependent ( independent T-test) dengan derajat kemaknaan
95%. Hasil penelitian menunjukkan dari 6 responden 5 orang (83%) memiliki
durasi persalinan lama., dari 6 responden 5 orang (83%) memiliki durasi
persalinan normal di PMB wilayah kerja Puskesmas Kebun Sikolos Kota Padang Panjang tahun 2020.Dari hasil uji statistik diketahui nilai signifikansi 0,018 yang artinya p < 0,05. Simpulan penelitian adalah terdapat Pengaruh pemberian sari kurmadan madu pada saat persalinan terhadap durasi persalinan. Diharapkan dari hasil penelitian ini pihak pelayanan kesehatan lebih giat lagi melakukan informasi kesehatan tentang pemberian nutrisi pada ibu yang akan bersalin agar tidak terjadi partus lama.
di Indonesia sebesar 9 %(WHO, 2018). Kemajuan persalinan pada kala I fase aktif merupakan saat yang paling melelahkan, berat, dan kebanyakan ibu mulai
merasakan sakit atau nyeri, dalam fase ini kebanyakan ibu merasakan sakit yang hebat karena kegiatan rahim mulai lebih aktif. Pada fase ini, dibutuhkan kontraksi (power) yang adekuat untuk dapat memulai persalinan Salah satu upaya yaitu dengan pemberian nutrisi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Pengaruh pemberian sari kurmadan madu padaakhir kehamilan terhadap durasi persalinan di PMB wilayah kerja Puskesmas Kebun Sikolos Kota Padang Panjang tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desainpenelitianQuasi-Eksperimental design dengan rancangan penelitian postest only control desaign dengan pengambilan sampel secara total samplingyaitu pengambilan sampel yang didasarkan padapertimbangan tertentudibuat peneliti yang memenuhi kriteria inklusi dengan jumlah sampel 12 orang. Analisis data dengan menggunakan analisis univariatdan bivariat dengan uji T-dependent ( independent T-test) dengan derajat kemaknaan
95%. Hasil penelitian menunjukkan dari 6 responden 5 orang (83%) memiliki
durasi persalinan lama., dari 6 responden 5 orang (83%) memiliki durasi
persalinan normal di PMB wilayah kerja Puskesmas Kebun Sikolos Kota Padang Panjang tahun 2020.Dari hasil uji statistik diketahui nilai signifikansi 0,018 yang artinya p < 0,05. Simpulan penelitian adalah terdapat Pengaruh pemberian sari kurmadan madu pada saat persalinan terhadap durasi persalinan. Diharapkan dari hasil penelitian ini pihak pelayanan kesehatan lebih giat lagi melakukan informasi kesehatan tentang pemberian nutrisi pada ibu yang akan bersalin agar tidak terjadi partus lama.