Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSU Mayjen H.A Thalib Kabupaten Kerinci Tahun 2021

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Defani, Alya
Advisor:
Hasnita, Evi
Delvina, Visti
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Asfiksia Neonatorum; Pre-Eklampsia; Partus Lama; Preterm; BBLR.
DOI:
-
Abstract :
Asfiksia neonatorum adalah kegagalan bayi bernapas spontan dan teratur pada saat lahir atau beberapa saat setelah lahir yang ditandai dengan hipoksemia, hiperkarbia, dan asidosis. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko terjadinya asfiksia neonatorum di RSU Mayjen H.A. Thalib Kabupaten Kerinci Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analatik dengan desain penelitian Cross Sectional yang dilakukan pada bayi baru lahir di RSU Mayjen H.A. Thalib Kabupaten Kerinci, dengan sampel penelitian sebanyak 96 orang, penlitian ini dilakukan dengan data sekunder, dan dilakukan pada bulan Juli 2018-Juni 2021. Teknik pengambilan sampel Systematic Random Sampling. Pengolahan data dengan langkah editing, coding, entry, dan cleaning. Analisa penelitian menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji chi-square menggunakan SPSS. Hasil penelitian adalah terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian asfiksia neonatorum dengan bayi lahir Pre Eklampsia dengan Pvalue 0.000 dan OR 5,425. terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian asfiksia neonatorum dengan Partus Lama dengan P-value yaitu 0.000 dan OR 4,513, terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian asfiksia neonatorum dengan Usia Kehamilan dengan P-value 0.000 dan OR 4,791, terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian asfiksia neonatorum dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) dengan P-value 0.000 dan OR 5,852. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa BBLR memiliki hubungan paling erat penyebab asfiksia neonatorum RSU Mayjen H.A. Thalib Kabupaten Kerinci Tahun 2021, diharapkan adanya peningkatan dalam pencegahan terjadinya asfiksia neonatorum.
Download From Google Drive