Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Di Nagari Koto Hilalang Kecamatan Kubung Tahun 2021
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Sawari, Vivin Andika Juni
Advisor:
Aprilliani, Cici
Novela, Vina
Novela, Vina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stunting.
DOI:
-
Abstract :
Stunting (pendek) merupakan tragedi yang tersembunyi. Berdasarkan data
Dinas Kesehatan Kabupaten Solok tahun 2018 Nagari Koto Hilalang menjadi titik lokasi fokus (lokus) dengan prevalensi kasus stunting sebesar (29,3%) kemudian mengalami penurunan pada tahun 2019 sebesar (28,1%) dengan usia 0-2 tahun (15,6%) dan usia 2-5 tahun (36,6%). Hal ini disimpulkan bahwa jumlah anak stunting di Nagari Koto Hilalang belum mencapai target dari ketetapan WHO sebesar 20%. Tujuan penelitian ini untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Nagari Koto Hilalang Kecamatan Kubung tahun 2021. Jenis penelitian digunakan adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian adalah Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional dan Teknik pengambilan sampel menggunakan Simpel Random Sampling. Penelitian dilakukan terhadap 73 orang responden. Dengan analisis data menggunakan uji Chi Square. Adapun yang menjadi variabel independen adalah Pengetahuan, Kunjungan Ibu Hamil (ANC), Sarana Sanitasi, Status Ekonomi dan variabel dependen adalah Kejadian Stunting. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli Agustus 2021. Berdasarkan hasil uji univariat didapatkan 58,9% terdapat balita normal, pengetahuan kurang baik 84,9%, kunjungan ibu hamil (ANC) tidak lengkap 54,8%, sarana sanitasi tidak memenuhi syarat 47,9% dan status ekonomi rendah 91,8%. Hasil uji bivariat didapatkan ada hubungan Pengetahuan (P=0.022), kunjungan ibu hamil (ANC) (P=0.001), sarana sanitasi (P=0,004), dan tidak ada hubungan status ekonomi (P=0,403) dengan kejadian stunting di Nagari Koto Hilalang Kecamatan Kubung. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan
dengan kejadian Stunting di Nagari Koto Hilalang Kecamatan Kubung tahun
2021, dengan (P=0,022 - OR= 8,788). Diharapkan kepada ibu untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan agar mendapatkan informasi tentang asupan gizi selama 1000 HPK.
Dinas Kesehatan Kabupaten Solok tahun 2018 Nagari Koto Hilalang menjadi titik lokasi fokus (lokus) dengan prevalensi kasus stunting sebesar (29,3%) kemudian mengalami penurunan pada tahun 2019 sebesar (28,1%) dengan usia 0-2 tahun (15,6%) dan usia 2-5 tahun (36,6%). Hal ini disimpulkan bahwa jumlah anak stunting di Nagari Koto Hilalang belum mencapai target dari ketetapan WHO sebesar 20%. Tujuan penelitian ini untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di Nagari Koto Hilalang Kecamatan Kubung tahun 2021. Jenis penelitian digunakan adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian adalah Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional dan Teknik pengambilan sampel menggunakan Simpel Random Sampling. Penelitian dilakukan terhadap 73 orang responden. Dengan analisis data menggunakan uji Chi Square. Adapun yang menjadi variabel independen adalah Pengetahuan, Kunjungan Ibu Hamil (ANC), Sarana Sanitasi, Status Ekonomi dan variabel dependen adalah Kejadian Stunting. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli Agustus 2021. Berdasarkan hasil uji univariat didapatkan 58,9% terdapat balita normal, pengetahuan kurang baik 84,9%, kunjungan ibu hamil (ANC) tidak lengkap 54,8%, sarana sanitasi tidak memenuhi syarat 47,9% dan status ekonomi rendah 91,8%. Hasil uji bivariat didapatkan ada hubungan Pengetahuan (P=0.022), kunjungan ibu hamil (ANC) (P=0.001), sarana sanitasi (P=0,004), dan tidak ada hubungan status ekonomi (P=0,403) dengan kejadian stunting di Nagari Koto Hilalang Kecamatan Kubung. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan
dengan kejadian Stunting di Nagari Koto Hilalang Kecamatan Kubung tahun
2021, dengan (P=0,022 - OR= 8,788). Diharapkan kepada ibu untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan agar mendapatkan informasi tentang asupan gizi selama 1000 HPK.