Pengaruh Penggunaan Faradik (Electrical Stimulation) dan Mirror Exercisepada Peningkatan KekuatanOtot kondisi Bells palsydi Rumah Sakit Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2016
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Sari, Riza Permata
Advisor:
Santy, Rini
Adriani
Adriani
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Bell’s Palsy, Faradik (Electrical Stimulasi) dan Mirrorexercise.
DOI:
-
Abstract :
Prevalensi Bells Palsy rata-rata berkisar antara 1030 pasien per 100.000 populasi per tahun dan meningkat sesuai pertambahan umur.Dari 4 buahrumahsakit di Indonesia didapatkanhasilbahwafrekuensibells palsy sebesar 19,55% dariseluruhkasusneuropati. Prevalensi tahun 2015 diRumah SakitDr.Achmad Mochtar Bukittinggi pada kasus bells palsy mencapai 10%dari 4.100 pasien yang datang ke klinik fisioterapi. Penelitian yang bersifat Quasi eksperimen, penelitian telah dilakukan pada tanggal 18 Juli sampai 30 Juli 2016 dan populasi adalah seluruh penderita Bells palsy diRumah Sakit Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi dengan jumlah sampel sebanyak 5 orang. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Alat yang digunakan untuk penelitian adalah modalitas Faradik (Electrical Stimulasi), kaca (cermin)dan menggunakan lembar observasi. Setelah dilakukan 6 kali terapi dengan menggunakan uji statistic non parametric (Wilcoxon) didapatkan hasil adanya peningkatan kekuatan otot wajah setelah diberikan intervensi faradic dan mirror exercise. Rata-rata kekuatan otot Frontalis T0 0,60 dan T6 2,60, rata-rata kekuatan otot corrugatorsupercili T0 0,40 dan T6 1,80, rata-rata kekuatan otot Orbicularisoculi T0 1,40 dan T6 3,40, rata-rata kekuatan otot Orbicularisoris T0 1,40 dan T6 3,00, rata-rata kekuatan otot Nasal T0 0,80 dan T6 3,00, rata-rata kekuatan otot Zygomatik T0 0,80 dan T6 2,60.Didapatkan nilai p < 0,05, yaitu kekuatan otot Frontalisp = 0,039, kekuatan otot Corrugatorsupercilip = 0,038. Kekuatan otot Orbicularisoculi p = 0,025. Kekuatan otot Orbicularisoris p = 0,046. Kekuatan otot nasal p = 0,046. Kekuatan otot Zygomatic p = 0,034. Diharapkan petugas kesehatan lebih meningkatkan penyuluhan secara berkala dan menganjurkan pasien untuk melakukan pengobatan bells palsy secara rutin dan aktif. Adanya pengaruhpenggunaanfaradik (electrical stimulasi)danMirrorExercise terhadappeningkatankekuatanotot wajahpadakondisiBellsPalsy diRumah SakitDr.Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2016.