Determinan Pengunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Petugas Kebersihan Di Wilayah Kerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh Tahun 2021
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Sovia, Donna
Advisor:
Yasril, Abdi Iswahyudi
Sari, Mila
Sari, Mila
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), Keadaan APD, Pengetaahuan, Sikap, Pengawasan, Kebijakan.
DOI:
-
Abstract :
Berdasarkan data ILO tahun 2020 sebanyak 380.000 (13,7%) pekerja meninggal setiap tahunnya karena kecelakaan kerja. Setiap tahun hampir seribu kali lebih banyak kecelakaan kerja non-fatal dibandingkan kecelakaan kerja fatal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Determinan Pengunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Petugas Kebersihan Di Wilayah Kerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh Tahun 2021. Jenis penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi semua tenaga kebersihan yang ada diwilayah kerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh sebanyak 136 orang. Uji chi-square dengan variabel dependen penggunaan APD dan variabel independen keadaan APD, pengetahuan,
sikap, dan pengawasan Hasil penelitian berdasarkan analisis univariat dan bivariat menunjukkan bahwa distribusi frekuensi penggunaan APD yaitu 32 (55.2%) tidak baik, 33 (56.9%) keadaan APD tidak baik, 27 (46.6%) pengetahuan rendah, 30 (51.7%) sikap negative, 24 (41.4%) tidak ada pengawasan, variabel yang berhubungan dengan penggunaan APD adalah keadaan APD (P value=0.022 OR=4.089), pengetahuan (P value=0.015 OR=4.524), sikap (P value=0.037 OR=3.606), pengawasan (P value =
0.005 OR=6.138) dan kebijakan (P value= 0.002 OR= 7.000). Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel yang paling berhubungan dengan penggunaan APD adalah pengawasan. Diharapkan kepada pengawas berikan pengawasan dan observasi berkala ke lapangan untuk melihat kinerja para pekerja serta buat kebijakan yang tegas bagi pekerja yang tidak mematuhi aturan seperti
menggunakan APD.
sikap, dan pengawasan Hasil penelitian berdasarkan analisis univariat dan bivariat menunjukkan bahwa distribusi frekuensi penggunaan APD yaitu 32 (55.2%) tidak baik, 33 (56.9%) keadaan APD tidak baik, 27 (46.6%) pengetahuan rendah, 30 (51.7%) sikap negative, 24 (41.4%) tidak ada pengawasan, variabel yang berhubungan dengan penggunaan APD adalah keadaan APD (P value=0.022 OR=4.089), pengetahuan (P value=0.015 OR=4.524), sikap (P value=0.037 OR=3.606), pengawasan (P value =
0.005 OR=6.138) dan kebijakan (P value= 0.002 OR= 7.000). Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel yang paling berhubungan dengan penggunaan APD adalah pengawasan. Diharapkan kepada pengawas berikan pengawasan dan observasi berkala ke lapangan untuk melihat kinerja para pekerja serta buat kebijakan yang tegas bagi pekerja yang tidak mematuhi aturan seperti
menggunakan APD.