Pengaruh Ultra Sound (US) dan Massage terhadap penurunan nyeri pada kasus Spondyloarthrosis Cervical di RSUD Solok Tahun 2016
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Putra, Isra Suryadi
Advisor:
Nurhayati
Segita, Riri
Segita, Riri
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Ultra Sound (US), Massage, Nyeri, Spondyloarthrosis Cervical.
DOI:
-
Abstract :
Prevalensi Spondyloarthrosis Cervical di Indonesia mencapai 14.009.772 jiwa dari populasi. Di RSUD Solok, jumlah penderita Spondyloarthrosis Cervical di tahun 2015 berjumlah 432 orang. Spondyloarthrosis Cervical dapat dicegah dengan membatasi gerakan leher dengan menggunakan penyangga leher dan terapi. Ultra Sound (US) adalah terapi menggunakan gelombang suara (frek.>20.000 Hz) dan memiliki efek langsung pada saraf. Massage memiliki efek mekanis yaitu gerak tangan dan mendorong secara bergantian menyebabkan terjadinya pengosongan dan pengisian pembuluh vena dan lymph. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Ultra Sound (US) dan Massage dengan penurunan nyeri di RSUD Solok. Penelitian inibersifat Quasi eksperimen, dengan analisa data menggunakan Analisa Univariat dan Bivariat dengan uji statistic t test dependen. Penelitian telah dilakukan pada tanggal 21 juni sampai 15 Juli 2016 dan populasi adalah penderita Spondyloarthrosis Cervical di RSUD Solok pada bulan juni berjumlah 36 orang dengan jumlah sampel sebanyak 8 orang. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental sampling. Alat yang digunakan untuk mengukur nyeri VAS (Visual Analog Scale) serta menggunakan lembar observasi. Dari uji statistik didapatkan nilai signifikan Ultra Sound (US) dan Massage dengan penurunan nyeri dengan p value = 0,05, dengan rata rata nyeri sebelum intervensi 6,75 dan rata rata nyeri setelah intervensi 2,88 dapat disimpulkan adanya pengaruh Ultra Sound (US) dan Massage dengan penurunan nyeri. Dengan adanya pengaruh Ultra Sound (US) dan Massage terhadap penurunan nyeri pada penderita Spondyloarthrosis Cervical diharapkan kepada petugas kesehatan untuk lebih meningkatkan penyuluhan secara berkala setiap kegiatan dalam menganjurkan pasien melakukan terapi sesuai dengan jadwalnya.