Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita Di Bukit Ambacang Wilayah Kerja Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukittinggi Tahun 2021

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Sofianita, Widia
Advisor:
Susanty, Shantrya Dhelly
Adriani
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Kejadian ISPA, Pengetahuan Ibu, Imunisasi, Kepadatan Hunian.
DOI:
-
Abstract :
Menurut WHO tahun 2016, Perkembangan penyakit pada bayi di dunia tahun 2016 dapat dilihat dari beberapa data penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) 25%, diare 7%, asma 5%, bronkiolitis 5% dan pneumonia 4.5%. Dari data tersebut ISPA merupakan penyakit yang menyebabkan kematian dan kesakitan tertinggi pada anak yaitu sebanyak 4.25
juta setiap tahunnya. Secara umum terdapat tiga (3) faktor resiko terjadinya
ISPA, yaitu faktor lingkungan (pencemaran udara dalam rumah, ventilasi rumah
dan kepadatan hunian rumah), faktor individu anak (umur anak, berat badan lahir, status gizi, vitamin A dan status imunisasi) dan faktor prilaku keluarga dalam pencegahan dan penanganan ISPA Pada anak. Tujuan penelitian untuk
mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit ISPA pada
balita. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan crossectional. Teknik sampling penelitian adalah simple random sampling, dan uji chi square. Hasil penelitian ini diketahui bahwa hasil yang diperoleh menunjukkan Pengetahuan buruk (63,6%) , Status Imunisasi yang tidak lengkap (60,0%) dan Kepadatan Hunian yang tidak sehat (87,5%) dengan kejadian ISPA yang ada di wilayah Puskesmas Gulai Bancah. Hasil analisa bivariat ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA {p- value = 0,0005 OR (95%CI)= 22
(4,962-96,427)}, ada hubungan antara imunisasi dengan kejadian ISPA {p-value = 0,005 OR (95%CI) = 27 (6,471- 115,801)}, ada hubungan antara kepadatan hunian kamar dengan kejadian ISPA {p- value = 0,0005 OR (95%CI) = 91 (9,555-866,694)}. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan ISPA dengan pengetahuan ibu, Imunisasi, dan kepadatan penghuni pada balita. Kepadatan penghuni merupakan yang paling berhubung, Bagi Puskesmas Gulai Bancah diharapkan lebih meningkatkan program kesehatan khususnya program pemberantasan penyakit ISPA dapat lebih diperbaiki dan memberikan penyuluhan mengenai syarat rumah sehat dan memperhatikan imunisasi balita, sehingga angka kejadian penyakit ISPA pada balita mengalami penurunan.
Download From Google Drive