Determinan Faktor Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2021
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Syafrina, Nur
Advisor:
Novela, Vina
Maisyarah
Maisyarah
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stunting, ANC, BB Lahir Bayi, Pengetahuan Ibu Tentang Gizi, Status Ekonomi, Pola Asuh.
DOI:
-
Abstract :
Stunting merupakan salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs) yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan. Menurut hasil survei pada tahun Berdasarkan data dari Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2017, angka stunting di Provinsi Sumatera Barat yaitu mencapai angka 30,6%.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi pada tahun 2019,
diketahui bahwa angka stunting di Kota Bukittinggi yaitu mencapai angka
17,40%. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Cross Sectional. Sumber Data primer dan sekunder. Uji yang digunakan yaitu Chi-Square. Sampel penelitian 69 orang responden. Teknik pengambilan sampel yaitu sistematik random sampling. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas tigo baleh terletak di kota Bukittinggi, pada bulan Juli. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui Determinan Faktor Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2021. Pada hasil penelitian ditemukan kejadian stunting sebesar 49,3%, dan 43,5% responden pemeriksaan ANC lengkap, 47,8% responden melahirkan berat
lahir bayi normal, 47,8% responden pengetahuan baik tentang gizi, 46,4%
responden dengan status ekonomi tinggi, serta 49,3% responden dengan pola asuh yang baik. Hasil uji chi square ANC p=0,0001 OR= 10 kali, Berat lahir bayi
p=0,022 OR= 4 kali, Pegetahuan p=0,005 OR= 5 kali, Status Ekonomi p=0,039
OR= 3 kali, Pola Asuh p=0,011 OR= 4 kali. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelayanan sebelum kelahiran merupakan faktor yang sangat berhubungan kejadian Stunting. Untuk itu diharapkan kepada tenaga kesehatan Melalui program cegah stunting, melakukan pemantauan secara intensif terhadap puskesmas yang ada di wilayahnya untuk melakukan pemberdayaan yang dimulai dari individu, keluarga dan masyarakat serta penguatan program terkait pemberdayaan masyarakat.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi pada tahun 2019,
diketahui bahwa angka stunting di Kota Bukittinggi yaitu mencapai angka
17,40%. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Cross Sectional. Sumber Data primer dan sekunder. Uji yang digunakan yaitu Chi-Square. Sampel penelitian 69 orang responden. Teknik pengambilan sampel yaitu sistematik random sampling. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas tigo baleh terletak di kota Bukittinggi, pada bulan Juli. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui Determinan Faktor Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2021. Pada hasil penelitian ditemukan kejadian stunting sebesar 49,3%, dan 43,5% responden pemeriksaan ANC lengkap, 47,8% responden melahirkan berat
lahir bayi normal, 47,8% responden pengetahuan baik tentang gizi, 46,4%
responden dengan status ekonomi tinggi, serta 49,3% responden dengan pola asuh yang baik. Hasil uji chi square ANC p=0,0001 OR= 10 kali, Berat lahir bayi
p=0,022 OR= 4 kali, Pegetahuan p=0,005 OR= 5 kali, Status Ekonomi p=0,039
OR= 3 kali, Pola Asuh p=0,011 OR= 4 kali. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelayanan sebelum kelahiran merupakan faktor yang sangat berhubungan kejadian Stunting. Untuk itu diharapkan kepada tenaga kesehatan Melalui program cegah stunting, melakukan pemantauan secara intensif terhadap puskesmas yang ada di wilayahnya untuk melakukan pemberdayaan yang dimulai dari individu, keluarga dan masyarakat serta penguatan program terkait pemberdayaan masyarakat.