Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penerapan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19 Pada Petugas Puskesmas Di Kota Payakumbuh Tahun 2021
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Akbar, Faradilla
Advisor:
Silvia
Novela, Vina
Novela, Vina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Covid-19, penerapan protokol kesehatan.
DOI:
-
Abstract :
Virus Corona adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Indikasi
tingginya angka covid-19 karena sikap adaptasi kebiasaan baru terhadap protokol kesehatan belum diterapkan dengan baik di pelayanan kesehatan terlebih pada petugas Puskesmas dalam hal itu maka sangat membutuhkan konsistensi dalam menerapkan adaptasi kebiasaan baru. Tujuan dalam penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Penerapan Protokol kesehatan pada Petugas Puskesmas di Kota Payakumbuh tahun 2021. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Juli-selesai 2021. Dengan variabel independent yaitu pengetahuan, sikap dan ketersediaan sarana prasarana, dan dukungan pimpinan Puskesmas, variabel dependent adalah penerapan protokol kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat 37
responden (56,1%) yang menerapkan protokol kesehatan, berpengetahuan rendah 34 responden (51,5%), sikap petugas positif 36 responden (54,5%), ketersediaan sarana dan prasarana lengkap 34 responden (51,5%), dukungan pimpinan puskesmas ada 37 responden (56,1%), ada hubungan pengetahuan dengan penerapan protokol kesehatan p value 0,024 nilai OR 3,651, ada hubungan sikap dengan penerapan protokol kesehatan p value 0,031 nilai OR 3,409, ada hubungan ketersediaan sarana dan prasarana dengan penerapan protokol kesehatan p value 0,024 nilai OR 0,274, tidak ada hubungan dukungan pimpinan puskesmas dengan penerapan protokol kesehatan p value 0,705 nilai OR 1,369. Dari hasil analisis dapat kita simpulkan bahwasanya pengetahuan dengan penerapan protokol kesehatan memiliki nilai OR=3,651 yang tertinggi dibandingkan dengan varaibel lainnya, selanjutnya diharapkan kepada responden khususnya petugas puskesmas untuk bisa selalu menggali informasi tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan dan diharapkan juga responden menjadi role model dimasyarakat khususnya dalam penerapan protokol kesehatan guna menekan lonjakan kasus covid-19 dimasyarakat.
tingginya angka covid-19 karena sikap adaptasi kebiasaan baru terhadap protokol kesehatan belum diterapkan dengan baik di pelayanan kesehatan terlebih pada petugas Puskesmas dalam hal itu maka sangat membutuhkan konsistensi dalam menerapkan adaptasi kebiasaan baru. Tujuan dalam penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Penerapan Protokol kesehatan pada Petugas Puskesmas di Kota Payakumbuh tahun 2021. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Juli-selesai 2021. Dengan variabel independent yaitu pengetahuan, sikap dan ketersediaan sarana prasarana, dan dukungan pimpinan Puskesmas, variabel dependent adalah penerapan protokol kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat 37
responden (56,1%) yang menerapkan protokol kesehatan, berpengetahuan rendah 34 responden (51,5%), sikap petugas positif 36 responden (54,5%), ketersediaan sarana dan prasarana lengkap 34 responden (51,5%), dukungan pimpinan puskesmas ada 37 responden (56,1%), ada hubungan pengetahuan dengan penerapan protokol kesehatan p value 0,024 nilai OR 3,651, ada hubungan sikap dengan penerapan protokol kesehatan p value 0,031 nilai OR 3,409, ada hubungan ketersediaan sarana dan prasarana dengan penerapan protokol kesehatan p value 0,024 nilai OR 0,274, tidak ada hubungan dukungan pimpinan puskesmas dengan penerapan protokol kesehatan p value 0,705 nilai OR 1,369. Dari hasil analisis dapat kita simpulkan bahwasanya pengetahuan dengan penerapan protokol kesehatan memiliki nilai OR=3,651 yang tertinggi dibandingkan dengan varaibel lainnya, selanjutnya diharapkan kepada responden khususnya petugas puskesmas untuk bisa selalu menggali informasi tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan dan diharapkan juga responden menjadi role model dimasyarakat khususnya dalam penerapan protokol kesehatan guna menekan lonjakan kasus covid-19 dimasyarakat.