Hubungan Beban Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Karyawan Laundry di Kota Bukittinggi Tahun 2021
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Moviroh, Anggi Anda
Advisor:
Maisyarah
Fatma, Fitria
Fatma, Fitria
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Beban Kerja, Karyawan Laundry, Kelelahan Kerja.
DOI:
-
Abstract :
Perkembangan usaha laundry di Bukittinggi cukup pesat,dengan semakin
meningkatnya permintaan jasa laundry dan semakin menjamurnya usaha
laundry.Penelitian dilakukan di 3 kecamatan diantaranya,Mandiangin Koto
Selayan,Guguak Panjang dan Aur Birugo Tigo Baleh.Berbagai usaha dilakukan
untuk mempertahankan konsumennya, mulai dari peningkatan durasi kerja dan
beban kerja karyawan,namun kurang memperhatikan segi kelelahan kerja,
ergonomic dan lingkungan fisik.Tujuan dalam penelitian ini alaha untuk
menganalisis hubungan antara beban kerja, ergonomic dan jam kerja terhadap
kelelahan kerja pada karyawan laundry di Kota Bukittinggi. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Populasi dalam penelitian iniadalah seluruh karyawan laundry di kota Bukittinggi yang berjumlah 95 orang. Sampel penelitian ini sebanyak 95 orang. Pengambilan
sampel dengan total sampling, analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.Variabel independen pada penelitian ini ialah beban kerja, ergonomic dan jam kerja. Variabel dependen pada penelitian ini kelelahan kerja.Dari analisa univariat didapatkan sebanyak (54,7 %) responden mengalami kelelahan kerja,(50,5 %) responden memiliki beban kerja berat,(57,9 %) responden mengalami keluhan, (100 %) responden menyatakan lingkungan fisik yang aman, (52,6 %) responden memiliki jam kerja yang tidak sesuai ketentuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel yang berpengaruh terhadap Kelelahan Kerja adalah Beban Kerja (p-value =0,0001 dengan OR=8,95), Ergonomi (p-value =0,0001 dengan OR=6,22), Jam Kerja (p-value =0,0001 dengan OR=14,081). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara beban kerja,ergonomi kerja,jam kerja.Disarankan bagi owner laundry dalam menangani kelelahan kerja dikarenakan jam kerja yang berlebihan misalnya menerapkan sistem shift pada karyawannya sehingga masing-masing karyawan memperoleh jam kerja sesuai ketentuan serta mengurangi kelelahan kerja berarti yang mungkin dialami pekerja.
meningkatnya permintaan jasa laundry dan semakin menjamurnya usaha
laundry.Penelitian dilakukan di 3 kecamatan diantaranya,Mandiangin Koto
Selayan,Guguak Panjang dan Aur Birugo Tigo Baleh.Berbagai usaha dilakukan
untuk mempertahankan konsumennya, mulai dari peningkatan durasi kerja dan
beban kerja karyawan,namun kurang memperhatikan segi kelelahan kerja,
ergonomic dan lingkungan fisik.Tujuan dalam penelitian ini alaha untuk
menganalisis hubungan antara beban kerja, ergonomic dan jam kerja terhadap
kelelahan kerja pada karyawan laundry di Kota Bukittinggi. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Populasi dalam penelitian iniadalah seluruh karyawan laundry di kota Bukittinggi yang berjumlah 95 orang. Sampel penelitian ini sebanyak 95 orang. Pengambilan
sampel dengan total sampling, analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.Variabel independen pada penelitian ini ialah beban kerja, ergonomic dan jam kerja. Variabel dependen pada penelitian ini kelelahan kerja.Dari analisa univariat didapatkan sebanyak (54,7 %) responden mengalami kelelahan kerja,(50,5 %) responden memiliki beban kerja berat,(57,9 %) responden mengalami keluhan, (100 %) responden menyatakan lingkungan fisik yang aman, (52,6 %) responden memiliki jam kerja yang tidak sesuai ketentuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel yang berpengaruh terhadap Kelelahan Kerja adalah Beban Kerja (p-value =0,0001 dengan OR=8,95), Ergonomi (p-value =0,0001 dengan OR=6,22), Jam Kerja (p-value =0,0001 dengan OR=14,081). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara beban kerja,ergonomi kerja,jam kerja.Disarankan bagi owner laundry dalam menangani kelelahan kerja dikarenakan jam kerja yang berlebihan misalnya menerapkan sistem shift pada karyawannya sehingga masing-masing karyawan memperoleh jam kerja sesuai ketentuan serta mengurangi kelelahan kerja berarti yang mungkin dialami pekerja.