Pengaruh Pemberian Ultrasound Dan KinesiotapingTerhadap PenurunanNyeriPada Kasus Cervical SyndromeDi RSUD SolokTahun 2016

Categorie(s):
   Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
   Pratama, Phandu
Advisor:
Putri, Nita Try
Febriani, Yelva
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Cervical Syndrome, Ultrasound, Kinesiotaping, penurunan nyeri.
DOI:
-
Abstract :
Cervical syndrome atau nyeri leher adalah suatu kondisi medis yang umum. Nyeri leher ini biasanya muncul dari akibat sejumlah gangguan dan penyakit yang mengenai jaringan sekitar leher. Data yang diperoleh dari RSUD Solok pada tahun 2015 tercatat kujungan pasien ke unit Fisioterapi 8.65% mengalami nyeri leher. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) pretest post test. Waktu penelitian ini pada bulan juni 2016. Jumlah populasi sebanyak 10 orang terhitung dari bulan desember 2015. Jumlah sampel sebanyak 10 orang.Data yang diambil menggunakan lembar observasidengan melakukan pengukuran nyeri pasien saat sebelum melakukan terapi dan sesudah terapi dengan menggunakan Ultrasound dan Kinesiotaping. Hasil penelitian menunjukan, rata-rata intensitas nyeri responden sebelum dilakukan intervensi adalah 6,2. Rata-rata intensitas nyeri responden sesudah dilakukan intervensi adalah 2. perbedaan rata-rata intensitasnyeri sebelum dan sesudah diberikan intervensi Ultrasound dan Kinesiotaping adalah 4,2. Hasil uji statistik didapatkan nilai P = 0,000. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada pengaruh pengaruh pemberian Ultrasound dan Kinesiotaping terhadap penurunan nyeri pada kasus Cervical syndrome di RSUD SOLOK tahun 2016. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap intensitas nyeri pada pada kasusCervical syndrome.
Download From Google Drive