Analisis Stress Kerja Perawat dalam Masa Pandemi Covid-19 di RSUD Prof. DR.MA Hanafiah SM Batusangkar Tahun 2020
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Nova, Putri Mabetha
Advisor:
Febrina, Cory
Rezkiki, Fitrianola
Rezkiki, Fitrianola
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Perawat, Stress Kerja, Pandemi Covid-19.
DOI:
-
Abstract :
Pada masa pandemic COVID-19, perawat merupakan salah satu tenaga medis garda depan dalam penanggulangannya. Resiko tertular virus sangat tinggi
karena berinteraksi dalam jarak dekat dengan pasien COVID-19. Situasi ini dapat mencetus kondisi stress diantaranya beban kerja perawat yang tinggi, resiko terkena infeksi, shift kerja, dan fasilitas rumah sakit yang kurang memadai. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2020 sampai Januari 2021. Jenis penelitian Mixed methods dengan explanatory mixed method yaitu penelitian menggabungan penelitian kuantitatif dan kualitatif.Populasi penelitian ini adalah semua perawat yang berdinas di RSUD Hanafiah SM Batusangkar dengan pengambilan sampel pada penelitian ini sebanyak 128 perawat menggunakan random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan Quisioner dan wawancara, secara deskriptif analitik. Dari hasil penelitian secara kuantitatif ditemukan mayoritas perawat di RSUD Prof. DR. MA Hanafiah SM Batusangkar mengalami tingkat stress rendah sebanyak 75 responden (58,6%). Masih ada beberapa perawat yang memiliki tingkat stress tinggi,kondisi ini digali melalui metode kualitatif dengan hasil, stress tersebut dikarenakan adanya penyakit bawaan dan keadaan perawat yang sedang hamil. Secara umum peran manajemen sudah baik melakukan fungsi dari manajemen yang meliputi perencanaan, organizing, actuating dan controllingterhadap perawat selama pandemic. Dapat disimpulkan bahwa mayoritas perawat memiliki tingkat stress
rendah, namun masih ada beberapa perawat yang berada pada tinggkat stress
tinggi. Hal ini disebabkan oleh adanya penyakit bawaan yang diderita. Saran
pihak rumah sakit diharapkan memberi dukungan kepada perawat agar dapat
meminimalisir tingkat stres dan juga perawat dapat memberikan informasi yang
akurat terhadap apa yang dirasakan melalui tim K3RS yang diharapkan lebih
proaktiflagi dalam memantau kesehatan perawat serta pihak rumah sakit dapat
memberikan asupan gizi tambahan siap santap pada semua petugas.
karena berinteraksi dalam jarak dekat dengan pasien COVID-19. Situasi ini dapat mencetus kondisi stress diantaranya beban kerja perawat yang tinggi, resiko terkena infeksi, shift kerja, dan fasilitas rumah sakit yang kurang memadai. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2020 sampai Januari 2021. Jenis penelitian Mixed methods dengan explanatory mixed method yaitu penelitian menggabungan penelitian kuantitatif dan kualitatif.Populasi penelitian ini adalah semua perawat yang berdinas di RSUD Hanafiah SM Batusangkar dengan pengambilan sampel pada penelitian ini sebanyak 128 perawat menggunakan random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan Quisioner dan wawancara, secara deskriptif analitik. Dari hasil penelitian secara kuantitatif ditemukan mayoritas perawat di RSUD Prof. DR. MA Hanafiah SM Batusangkar mengalami tingkat stress rendah sebanyak 75 responden (58,6%). Masih ada beberapa perawat yang memiliki tingkat stress tinggi,kondisi ini digali melalui metode kualitatif dengan hasil, stress tersebut dikarenakan adanya penyakit bawaan dan keadaan perawat yang sedang hamil. Secara umum peran manajemen sudah baik melakukan fungsi dari manajemen yang meliputi perencanaan, organizing, actuating dan controllingterhadap perawat selama pandemic. Dapat disimpulkan bahwa mayoritas perawat memiliki tingkat stress
rendah, namun masih ada beberapa perawat yang berada pada tinggkat stress
tinggi. Hal ini disebabkan oleh adanya penyakit bawaan yang diderita. Saran
pihak rumah sakit diharapkan memberi dukungan kepada perawat agar dapat
meminimalisir tingkat stres dan juga perawat dapat memberikan informasi yang
akurat terhadap apa yang dirasakan melalui tim K3RS yang diharapkan lebih
proaktiflagi dalam memantau kesehatan perawat serta pihak rumah sakit dapat
memberikan asupan gizi tambahan siap santap pada semua petugas.