Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya Angka Kunjungan Penderita Skizofrenia Di UPT Puskesmas Batipuh Selatan Tahun 2020
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Maharani, Maherissa
Advisor:
Fatmawati, Del
Putri, Yelmi Reni
Putri, Yelmi Reni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, Motivasi, Jarak Pelayanan Kesehatan, Dukungan Tenaga Kesehatan, Skizofrenia.
DOI:
-
Abstract :
Menurut laporan World Health Organization (WHO ) pada tahun 2016 prevalensi skizofrenia yang ada di dunia sebesar 26,3 juta orang (WHO2016), prevalensi penderita skizofrenia di Indonesia adalah 0,3-1%. Jumlah penduduk Indonesia bila mencapai 200 juta jiwa, maka diperkirakan sekitar 2 juta jiwa menderita skizofrenia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar pada
Tahun 2019 tercatat penemuan ODGJ sebanyak 1.258 orang, diantaranya terdapat 115 orang berada di wilayah kerja Puskesmas Batipuh Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya angka kunjungan penderita skizofrenia di UPT Puskesmas Batipuh Selatan Tahun 2020.Penelitian dilakukan dengan metode Deskriptif analitik
dengan pendekatan crosectional pada tanggal 21 sampai 31 Desember di UPT Puskesmas Batipuh Selatan Tahun 2020, populasi dalam penelitian ini 92 orang, dan sampel penelitian sebanyak 92 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling dan data di olah secara univariate dan bivariate.Hasil uji statistik didapatkan 61,4% berpengetahuan rendah, 62,5% motivasi rendah, 65,9% jarak kepelayanan kesehatan jauh, 58% tenaga kesehatan tidak mendukung, Hasil uji statistik didapatkan pengetahuan (p =0,0005), motivasi (p=0,044), jarak kepelayanan kesehatan (0,003), dukungan tenaga kesehatan (p=0,0005) artinya ada hubungan pengetahuan, motivasi, jarak pelayanan kesehatan dan dukungan tenaga kesehatan dengan kunjungan penderita skizofrenia di
UPT Puskesmas Batipuh Selatan Tahun 2020.Kesimpulan dari penelitian ini adanya hubungan pengetahuan, motivasi, jarak pelayanan kesehatan dan dukungan tenaga kesehatan dengan kunjungan penderita skizofrenia di UPT Puskesmas Batipuh Selatan Tahun 2020. Disarankan pada masyarakat agar dapat meningkatkan kunjungan masyarakat ke pelayanan kesehatan untuk
memeriksakan kesehatan atau kontrol pengobatan.
Tahun 2019 tercatat penemuan ODGJ sebanyak 1.258 orang, diantaranya terdapat 115 orang berada di wilayah kerja Puskesmas Batipuh Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya angka kunjungan penderita skizofrenia di UPT Puskesmas Batipuh Selatan Tahun 2020.Penelitian dilakukan dengan metode Deskriptif analitik
dengan pendekatan crosectional pada tanggal 21 sampai 31 Desember di UPT Puskesmas Batipuh Selatan Tahun 2020, populasi dalam penelitian ini 92 orang, dan sampel penelitian sebanyak 92 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling dan data di olah secara univariate dan bivariate.Hasil uji statistik didapatkan 61,4% berpengetahuan rendah, 62,5% motivasi rendah, 65,9% jarak kepelayanan kesehatan jauh, 58% tenaga kesehatan tidak mendukung, Hasil uji statistik didapatkan pengetahuan (p =0,0005), motivasi (p=0,044), jarak kepelayanan kesehatan (0,003), dukungan tenaga kesehatan (p=0,0005) artinya ada hubungan pengetahuan, motivasi, jarak pelayanan kesehatan dan dukungan tenaga kesehatan dengan kunjungan penderita skizofrenia di
UPT Puskesmas Batipuh Selatan Tahun 2020.Kesimpulan dari penelitian ini adanya hubungan pengetahuan, motivasi, jarak pelayanan kesehatan dan dukungan tenaga kesehatan dengan kunjungan penderita skizofrenia di UPT Puskesmas Batipuh Selatan Tahun 2020. Disarankan pada masyarakat agar dapat meningkatkan kunjungan masyarakat ke pelayanan kesehatan untuk
memeriksakan kesehatan atau kontrol pengobatan.