Gambaran Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di wilayah kerja Puskesmas Agam Timur Tahun 2019

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Yutri
Advisor:
Putri, Yelmi Reni
Lazdia, Wenny
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Indikator PIS-PK.
DOI:
-
Abstract :
Pendekatan keluarga adalah salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga, yang dilaksanakan melalui program PIS-PK. Fenomena yang ditemukan bahwa peningkatan cakupan PIS-PK tidak diringi dengan baiknya cakupan dari
masing-masing indikator Keluarga Sehat, seperti masih terdapat 6 indikator PIS-PK yang dibawah 50 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).
Jenis penelitian adalah survey deskriptif. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Agam Timur, pada bulan Januari 2020. Populasi adalah seluruh
petugas penanggung jawab PIS-PK di wilayah kerja Puskesmas Agam Timur,
berjumlah 13 orang yang tergabung dalam 10 kecamatan. Data di kumpulkan
dengan menggunakan lembaran observasi, kemudian diolah dan dianalisa secara manual. Hasil analisa didapatkan keluarga yang mengikuti program Keluarga Berencana (KB) 34,37 %, ibu yang melakukan persalinan di fasilitas kesehatan 94,98 %, bayi yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap 86,96%, bayi yang mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif 86,87 %, balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan terendah 87,32 %, penderita tuberculosis paru yang mendapatkan pengobatan sesuai standar 34,03 %, penderita hipertensi yang melakukan pengobatan secara teratur 23,67 %, penderita gangguan jiwa yang mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan 44,87%, anggota keluarga tidak ada yang merokok 37,54 %, keluarga yang sudah menjadi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 57,85 %, keluarga yang mempunyai akses sarana air bersih 93,08%, dan keluarga yang mempunyai akses jamban sehat 87,65 %. Disimpulkan bahwa indikator keluarga sehat terendah adalah penderit ahipertensi yang melakukan pengobatan secara teratur. Diharapkan pada petugas kesehatan agar lebih meningkatkan program penyuluhan dan konseling yang dilakukan setiap bulan, baik pada saat kegiatan Pos Bindu ataupun melalui kunjungan rumah.
Download From Google Drive