Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kanker Serviks Di Poli Kebidanan RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2020
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Handayani, Lidya
Advisor:
Naili, Syafrian
Kasoema, Rahmi Sari
Kasoema, Rahmi Sari
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Kanker Serviks, Poli Kebidanan.
DOI:
-
Abstract :
Kanker serviks merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus onkogenik, mempunyai persentase yang cukup tinggi dalam menyebabkan kanker serviks. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor-faktor berhubungan dengan kejadian kanker serviks di Poli Kebidanan RSUP Dr. M.Djamil tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross-Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020 di RSUP Dr M. Djamil Padang. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang berobat di Poli kebidanan berjumlah 216 orang. Sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik Accidental Sampling yaitu pasien yang berkunjung di Poli Kebidanan sebanyak 69 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan menggunakan kuisioner, data diolah dan dianalisa
menggunakan uji statistik analisis univariat dan bivariate menggunakan uji chi- square. Hasil penelitian menunjukkan 35 orang (50,7%) tidak memiliki usia yang berisiko, 35 orang (50,7%) memiliki paritas yang berisiko 38 orang (55,1%) memiliki penggunaan kontrasepsi yang berisiko, 45 orang (65,2%) tidak merokok 43 orang (62,3%) mengalami kanker serviks. Ada hubungan usia (p=0,032;OR= 3,441), status merokok (p=0,001;OR=12,571), dengan kejadian kanker serviks. Dan tidak ada hubungan paritas (p=0,182) dan penggunaan kontrasepsi (0,159) dengan kejadian kanker serviks di Poli Kebidanan RSUP Dr. M.Djamil Tahun 2020. Seorang wanita dapat mengurangi resiko kejadian kanker serviks dengan cara tidak menikah di usia muda dan tidak menggunakan kontrasepsi jangka panjang maka dari itu disarankan untuk secara rutin melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dengan metoden IVA atau pap smear.
menggunakan uji statistik analisis univariat dan bivariate menggunakan uji chi- square. Hasil penelitian menunjukkan 35 orang (50,7%) tidak memiliki usia yang berisiko, 35 orang (50,7%) memiliki paritas yang berisiko 38 orang (55,1%) memiliki penggunaan kontrasepsi yang berisiko, 45 orang (65,2%) tidak merokok 43 orang (62,3%) mengalami kanker serviks. Ada hubungan usia (p=0,032;OR= 3,441), status merokok (p=0,001;OR=12,571), dengan kejadian kanker serviks. Dan tidak ada hubungan paritas (p=0,182) dan penggunaan kontrasepsi (0,159) dengan kejadian kanker serviks di Poli Kebidanan RSUP Dr. M.Djamil Tahun 2020. Seorang wanita dapat mengurangi resiko kejadian kanker serviks dengan cara tidak menikah di usia muda dan tidak menggunakan kontrasepsi jangka panjang maka dari itu disarankan untuk secara rutin melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dengan metoden IVA atau pap smear.