Pengaruh Pemberian Nugget Ikan Nila Dan Biskuit PMT Terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Gizi Kurang Di Kota Sungai Penuh Tahun 2021
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Ayuning, Tristia
Advisor:
Noflindaputri, Resty
Medhyna, Vedjia
Medhyna, Vedjia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Nugget ikan nila, Biskuit PMT.
DOI:
-
Abstract :
Masalah gizi Indonesia didominasi oleh masalah Kurang Energi Protein (KEP),
anemia defisiensi besi, Gangguan Kekurangan Yodium (GAKY),Kurang Vitamin A (KVA), dan Obesitas. Di Kota Sungai Penuh tahun 2020 balita gizi kurang sebanyak 27balita, balita pendek 30 balita dan balita kurus sebanyak 10 balita di Kota Sungai Penuh telah melakukan beberapa program dalam menurunkan angka kejadian gizi kurang.Tujuan penelitian ntuk mengetahui perbandingan pengaruh pemberian nugget ikan nila dan biscuit PMT terhadap kenaikan berat badan balita gizi kurang di Kota Sungai Penuh tahun 2021. Jenis penelitian adalah quasi experiment, pendekatan postest Group Design. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas yang ada di Kota Sungai Penuh. Waktu penelitian bulan Februari 2021. Populasi seluruh Ibu yang memiliki balita usia 0-59 bulan
yaitu 67 balita. Sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, Aanalisis univariat dan analisis bivariate dengan Uji Independent Sample T-Test. Didapatkan rata rata beratbadan sebelum pemberian biskuit PMT yaitu 7,86 kg dengan sd = 0,19 nilai minimum 7,50 dan nilai maximum 8,00. Di dapatkan rata rata berat badan sesudah Pemberian Biskuit PMT yaitu 8,12 kg dengan sd = 0,13. Nilai minimum 8,00 dan nilai maximum 8,40. Rata-rata berat badan sesudah pemberian nugget ikan nila yaitu 8,926 kg dengan sd = 1,166. Nilai minimum 6,39 dan nilai maximum 10,29. Rata rata berat badan sesudah
pemberian biskuit PMT yaitu 8,12 kg dengan sd = 0,13. Nilai minimum 8,00 dan nilai maximum 8,40. Ada Pengaruh Pemberian Nugget Ikan Nila Dan Biskuit PMT Terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Gizi Kurang Di Kota Sungai Penuh Tahun 2021 dengan P value = 0,047 >(0,05).Disimpulkan ada Pengaruh Pemberian Nugget Ikan Nila Dan Biskuit PMT Terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Gizi Kurang Di Kota Sungai Penuh Tahun 2021. Disarankan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan sebagai evaluasi bagi petugas Puskesmas untuk mengetahui makanan apa saja yang dapat meningkatkan status gizi balita.
anemia defisiensi besi, Gangguan Kekurangan Yodium (GAKY),Kurang Vitamin A (KVA), dan Obesitas. Di Kota Sungai Penuh tahun 2020 balita gizi kurang sebanyak 27balita, balita pendek 30 balita dan balita kurus sebanyak 10 balita di Kota Sungai Penuh telah melakukan beberapa program dalam menurunkan angka kejadian gizi kurang.Tujuan penelitian ntuk mengetahui perbandingan pengaruh pemberian nugget ikan nila dan biscuit PMT terhadap kenaikan berat badan balita gizi kurang di Kota Sungai Penuh tahun 2021. Jenis penelitian adalah quasi experiment, pendekatan postest Group Design. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas yang ada di Kota Sungai Penuh. Waktu penelitian bulan Februari 2021. Populasi seluruh Ibu yang memiliki balita usia 0-59 bulan
yaitu 67 balita. Sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, Aanalisis univariat dan analisis bivariate dengan Uji Independent Sample T-Test. Didapatkan rata rata beratbadan sebelum pemberian biskuit PMT yaitu 7,86 kg dengan sd = 0,19 nilai minimum 7,50 dan nilai maximum 8,00. Di dapatkan rata rata berat badan sesudah Pemberian Biskuit PMT yaitu 8,12 kg dengan sd = 0,13. Nilai minimum 8,00 dan nilai maximum 8,40. Rata-rata berat badan sesudah pemberian nugget ikan nila yaitu 8,926 kg dengan sd = 1,166. Nilai minimum 6,39 dan nilai maximum 10,29. Rata rata berat badan sesudah
pemberian biskuit PMT yaitu 8,12 kg dengan sd = 0,13. Nilai minimum 8,00 dan nilai maximum 8,40. Ada Pengaruh Pemberian Nugget Ikan Nila Dan Biskuit PMT Terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Gizi Kurang Di Kota Sungai Penuh Tahun 2021 dengan P value = 0,047 >(0,05).Disimpulkan ada Pengaruh Pemberian Nugget Ikan Nila Dan Biskuit PMT Terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Gizi Kurang Di Kota Sungai Penuh Tahun 2021. Disarankan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan sebagai evaluasi bagi petugas Puskesmas untuk mengetahui makanan apa saja yang dapat meningkatkan status gizi balita.