Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Seks Bebas Pada Remaja di SMK Negeri 1 Sitiung Kabupaten Dhamasraya Tahun 2020

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Melda, Elvita
Advisor:
Febriyeni
Noflindaputri, Resti
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengetahuan, Pola Asuh, Media Informasi, Budaya, Perilaku Seks Bebas.
DOI:
-
Abstract :
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) tahun 2015 menunjukkan
perilaku seksual yang dilakukan para remaja seperti aktivitas berpacaran dengan mengobrol 100%, berpegangan tangan 80%, mencium pipi atau kening 69%, mencium bibir 51%, mencium leher 28%, meraba dada/alat kelamin (petting) sebanyak 22% dan melakukan hubungan seksual (intercourse) sebanyak 6,2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi perilaku seks bebas pada siswa-siswi di SMK Negeri 1 Sitiung Kabupaten Dhamasraya Tahun 2020. Penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional study. Populasi sebanyak 65 orang dan sampel sebanyak 39 orang yang diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dilakukan pada bulan Februari 2020 di SMK Negeri 1 Sitiung. Data dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi- square. Analisa univariat dari 39 responden diketahui 71,8% memiliki pengetahuan baik, 64,1% memiliki pola asuh orang tua baik, 64,1% kurang terpapar media informasi, 59,0% memiliki budaya mendukung, 53,8% memiliki perilaku seks bebas yang tidak beresiko. Setelah dilakukan analisis lebih lanjut diketahui bahwa faktor yang berhubungan dengan perilaku seks bebas remaja adalah pengetahuan (p value=0,011 dan OR=0,065), media informasi (p value=0,007 dan OR=0,106), dan yang bukan faktor yang berhubungan dengan perilaku seks bebas remaja adalah pola asuh orang tua (p value=0,520) dan budaya (p value=0,060). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan media informasi terhadap perilaku seks bebas siswa-siswi di SMK Negeri 1 Sitiung Kabupaten Dhamasraya Tahun 2020, dan diharapkan agar ditingkatkan pemberian pendidikan kesehatan tentang seks bebas pada remaja yang mungkin dapat terjadi pada remaja sehingga remaja mengetahui akibat yang akan terjadi jika melakukan seks bebas.
Download From Google Drive