Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Pertumbuhan Anak Usia 1-5 Tahun di Puskesmas Sungai Nanam Jorong Taratak Pauh Kabupaten Solok Tahun 2020
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Lestari, Lili
Advisor:
Febriyeni
Kasoema, Rahmi Sari
Kasoema, Rahmi Sari
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pola Asuh Orang Tua, Sanitasi Lingkungan, Pendidikan, Status Gizi, Pertumbuhan.
DOI:
-
Abstract :
Data Riskesdas (2018), menunjukkan 17,7% bayi usia di bawah 5 tahun (balita) masih mengalami masalah gizi, dimana gizi buruk sebesar 3,9% dan gizi kurang sebesar 13,8%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor faktor yang
berhubungan dengan pertumbuhan anak usia 1 5 tahun di Puskesmas Sungai
Nanam Jorong Taratak Pauh Kabupaten Solok tahun 2020. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional study yang dilakukan di Puskesmas Sungai Nanam Jorong Taratak Pauh Kabupaten Solok pada bulan Februari 2020. Populasi seluruh ibu yang memiliki anak usia 1 5 tahun sebanyak 119 orang dengan teknik pengambilan sampel Non-probability sample berjumlah 554 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square.
Hasil didapatkan 55,6% orang tua menerapkan pola asuh kurang baik.Sebesar 48,1% orang tua memiliki sanitasi lingkungan tidak sehat. Sebesar 61,1% orang tua memiliki pendidikan rendah. Sebesar 33,3% balita memiliki status gizi tidak normal. Sebesar 46,3% balita mengalami pertumbuhan yang tidak normal.
Terdapat hubungan pola asuh orang tua (p = 0,011 dan OR 5,1), sanitasi lingkungan (p = 0,015 dan OR 4,7), pendidikan (p = 0,018 dan OR 4,9) dan status gizi (p = 0,016 dan OR 5,2) dengan pertumbuhan anak usia 1 5 tahun.
Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pola asuh orang tua, sanitasi lingkungan, pendidikan dan status gizi dengan pertumbuhan anak usia 1 5 tahun. Untuk itu disarankan kepada petugas kesehatan khususnya bidan puskesmas perlu melakukan perannya sebagai edukator untuk menjelaskan bahwa kebutuhan dasar bagi anak usia 1-5 tahun tidak hanya kebutuhan fisik namun ada kebutuhan lain seperti kebutuhan asuh, asah, dan asih dengan menjelaskan melalui penyuluhan atau konseling tentang deteksi dini tumbuh kembang anak usia 1-5 tahun.
berhubungan dengan pertumbuhan anak usia 1 5 tahun di Puskesmas Sungai
Nanam Jorong Taratak Pauh Kabupaten Solok tahun 2020. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional study yang dilakukan di Puskesmas Sungai Nanam Jorong Taratak Pauh Kabupaten Solok pada bulan Februari 2020. Populasi seluruh ibu yang memiliki anak usia 1 5 tahun sebanyak 119 orang dengan teknik pengambilan sampel Non-probability sample berjumlah 554 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square.
Hasil didapatkan 55,6% orang tua menerapkan pola asuh kurang baik.Sebesar 48,1% orang tua memiliki sanitasi lingkungan tidak sehat. Sebesar 61,1% orang tua memiliki pendidikan rendah. Sebesar 33,3% balita memiliki status gizi tidak normal. Sebesar 46,3% balita mengalami pertumbuhan yang tidak normal.
Terdapat hubungan pola asuh orang tua (p = 0,011 dan OR 5,1), sanitasi lingkungan (p = 0,015 dan OR 4,7), pendidikan (p = 0,018 dan OR 4,9) dan status gizi (p = 0,016 dan OR 5,2) dengan pertumbuhan anak usia 1 5 tahun.
Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pola asuh orang tua, sanitasi lingkungan, pendidikan dan status gizi dengan pertumbuhan anak usia 1 5 tahun. Untuk itu disarankan kepada petugas kesehatan khususnya bidan puskesmas perlu melakukan perannya sebagai edukator untuk menjelaskan bahwa kebutuhan dasar bagi anak usia 1-5 tahun tidak hanya kebutuhan fisik namun ada kebutuhan lain seperti kebutuhan asuh, asah, dan asih dengan menjelaskan melalui penyuluhan atau konseling tentang deteksi dini tumbuh kembang anak usia 1-5 tahun.