Determinan Kejadian BBLR di Kota Sungai Penuh Tahun 2020
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Artisiya, Sri Winara
Advisor:
Noflindaputri, Resty
Medhyna, Vedjia
Medhyna, Vedjia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Determinan, Kejadian BBLR, Usia, Paritas, Riwayat Penyakit.
DOI:
-
Abstract :
Bayi BBLR risiko lebih tinggi mengalami kematian, keterlambatan petumbuhan, perkembangan selama masa kanak-kanak dibandingkan bayi tidak BBLR. Data 11 puskesmas,5 puskesmas memiliki kasus BBLR. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Determinan Kejadian BBLR di Kota Sungai Penuh tahun 2020. Jenis penelitian adalah survey analitik, desain penelitian case control
bertujuan mengetahui hubungan variabel independen dengan variabel dependen. Penelitian ini dilakukan di Kota Sungai penuh tahun 2020. populasi bayi barulahir tercatat Kota Sungai penuh berjumlah 1479 bayi. Sedangkan bayi BBLR 25 bayi. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling dengan prinsip 1:2 yaitu 25 kasus dan 50 kontrol sehingga total 75 sampel. Data dikumpulkan menggunakan format pengumpulan data dan dianalisa dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square.
Hasil penelitian 50 (66,7%) tidak memiliki anak yang BBLR. 50 (66,7%) ibu
tidak memiliki usia yang berisiko, (70,7%) tidak memiliki paritas berisiko. 49
(65,3%) ibu tidak memiliki anemia. 60 (80%) ibu memiliki jarak kehamilan < 3
tahun. 61 (81,3%) ibu tidak memiliki riwayat penyakit. 56 (74,7%) tidak memiliki
KEK (normal). Kemudian ada hubungan yang bermakna kadar Hb (p= 0,013),
jarak kehamilan (p= 0,032), KEK (p=0,0005) dengan kejadian BBLR di Kota
Sungai Penuh tahun 2021. Tidak ada hubungan antara riwayat penyakit kehamilan dengan kejadian BBLR di Kota Sungai Penuh (p= 0,463). Disimpulkan KEK merupakan factor yang paling berhubungan. Bagi ibu hamil untuk selalu memeriksakan kehamilannya secara teratur minimal 4x dalam
masa kehamilan, menimbang berat badan setiap bulan, mengkonsumsi tablet Fe secara lengkap dan mengkonsumsi makanan yang bergizi selama masa kehamilan.
bertujuan mengetahui hubungan variabel independen dengan variabel dependen. Penelitian ini dilakukan di Kota Sungai penuh tahun 2020. populasi bayi barulahir tercatat Kota Sungai penuh berjumlah 1479 bayi. Sedangkan bayi BBLR 25 bayi. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling dengan prinsip 1:2 yaitu 25 kasus dan 50 kontrol sehingga total 75 sampel. Data dikumpulkan menggunakan format pengumpulan data dan dianalisa dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square.
Hasil penelitian 50 (66,7%) tidak memiliki anak yang BBLR. 50 (66,7%) ibu
tidak memiliki usia yang berisiko, (70,7%) tidak memiliki paritas berisiko. 49
(65,3%) ibu tidak memiliki anemia. 60 (80%) ibu memiliki jarak kehamilan < 3
tahun. 61 (81,3%) ibu tidak memiliki riwayat penyakit. 56 (74,7%) tidak memiliki
KEK (normal). Kemudian ada hubungan yang bermakna kadar Hb (p= 0,013),
jarak kehamilan (p= 0,032), KEK (p=0,0005) dengan kejadian BBLR di Kota
Sungai Penuh tahun 2021. Tidak ada hubungan antara riwayat penyakit kehamilan dengan kejadian BBLR di Kota Sungai Penuh (p= 0,463). Disimpulkan KEK merupakan factor yang paling berhubungan. Bagi ibu hamil untuk selalu memeriksakan kehamilannya secara teratur minimal 4x dalam
masa kehamilan, menimbang berat badan setiap bulan, mengkonsumsi tablet Fe secara lengkap dan mengkonsumsi makanan yang bergizi selama masa kehamilan.