Hubungan Paparan Asap Rokok, Rumah Tidak Sehat, Bayi Prematur Dan Penularan Dari Tempat Tinggal Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Puskesmas Jujun Kabupaten Kerinci Tahun 2021
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Sapatri, Noren
Advisor:
Mardiah, Ainal
Delvina, Visti
Delvina, Visti
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Rokok, rumah tidak sehat, prematur, tempat tinggaldan Pneumonia.
DOI:
-
Abstract :
Pneumonia merupakan penyakit yang menyebabkan kematian pada balita di dunia. Survei kesehatan nasional menyebutkan bahwa jumlah kematian balita tertinggi disebabkan oleh pneumonia. Di negara berkembang pneumonia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita, serta menyebabkan dua juta kematian setiap tahunnya (Marni, 2014). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Dilakukan pada tanggal 26 - 28 Maret 2021 di Rawat Inap Puskesmas Jujun Kabupaten Kerinci. Populasinya adalah seluruh ibu balita yang berusia 12-59 bulan. Jumlah mereka 2.696 balita. Dengan menggunakan teknik quota sampling, dipilih 41 responden sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner dan wawancara. Kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian terhadap 41 responden yang sebagian besar terpapar asap rokok sebanyak 28 responden (68,3%), 24 responden (58,5%) tidak memenuhi persyaratan. 9 responden (22%) lahir prematur, dan yang mengidap dari tempat tinggal sebanyak 23 responden (56,1%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara paparan asap rokok dan penularan dari rumah dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Jujun Kabupaten Kerinci tahun 2021. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara paparan asap rokok, penularan dari rumah dan tidak ada hubungan dengan bayi prematur dan rumah tidak sehat dengan kejadian pneumonia. Disarankan bagi keluarga untuk menghindari paparan asap rokok pada balita dan harus menjaga kebersihan rumah, tidak menutup ventilasi, membiasakan membuka jendela setiap hari dan sebisa mungkin mengurangi kepadatan hunian dalam satu ruangan dengan balita tertidur.