Hubungan Usia, Anemia Selama Kehamilan dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Terhadap Kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Rawang Kota Sungai Penuh Tahun 2020
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Sulastri, Netti
Advisor:
Febriyeni
Meilinda, Vittria
Meilinda, Vittria
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
BBLR, Usia, Anemia dan KEK.
DOI:
-
Abstract :
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengn berat badan <
2.500 gram, akan membawa risiko kematian, gangguan pertumbuhan dan
perkembangan termasuk dapat berisiko menjadi pendek jika tidak tertangani dengan baik. Faktor risiko kejadian BBLR yaitu Usia, anemia dan kekurangan energi kronis (KEK). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penyebab BBLR di wilayah kerja Puskesmas Rawang Kota Sungai Penuh Tahun 2020.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif analatik dengan desain penelitian Case
Control yang akan dilakukan pada bayi baru lahir di Puskesmas Rawang Kota
Sungai Penuh dengan perbandingan 1:2 kelompok case 15 orang dan kelompok
kontrol 30 orang dengan total sampel 45 orang, yang dilakukan pada bulan Desember 2020. Teknik pengambilan sampel Systematic random sampling. Analisa penelitian menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji chi-square menggunakan SPSS. Hasil penelitian adalah sebanyak 30 bayi yang tidak BBLR, sebanyak 31 ibu anemia pada saat hamil dan sebanyak 33 ibu KEK, serta sebanyak 34 ibu berusia 20 tahun, terdapat hubungan yang bermakna antara anemia pada masa kehamilan terhadap kejadian BBLR dengan P-value yaitu 0.044. terdapat hubungan yang bermakna antara KEK pada Ibu hamil terhadap kejadian BBLR dengan P-value yaitu 0.015, terdapat hubungan yang bermakna antara Usia terhadap kejadian BBLR dengan P-value 0.014. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa pernikahan usia muda memiliki
hubungan paling erat dan Usia ibu memiliki hubungan paling rendah penyebab
BBLR diwilayah Kerja Puskesmas Rawang Kota Sungai Penuh, diharapkan dengan adanya penelitian ini ada peningkatan dalam pencegahan terjadinya BBLR.
2.500 gram, akan membawa risiko kematian, gangguan pertumbuhan dan
perkembangan termasuk dapat berisiko menjadi pendek jika tidak tertangani dengan baik. Faktor risiko kejadian BBLR yaitu Usia, anemia dan kekurangan energi kronis (KEK). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penyebab BBLR di wilayah kerja Puskesmas Rawang Kota Sungai Penuh Tahun 2020.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif analatik dengan desain penelitian Case
Control yang akan dilakukan pada bayi baru lahir di Puskesmas Rawang Kota
Sungai Penuh dengan perbandingan 1:2 kelompok case 15 orang dan kelompok
kontrol 30 orang dengan total sampel 45 orang, yang dilakukan pada bulan Desember 2020. Teknik pengambilan sampel Systematic random sampling. Analisa penelitian menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji chi-square menggunakan SPSS. Hasil penelitian adalah sebanyak 30 bayi yang tidak BBLR, sebanyak 31 ibu anemia pada saat hamil dan sebanyak 33 ibu KEK, serta sebanyak 34 ibu berusia 20 tahun, terdapat hubungan yang bermakna antara anemia pada masa kehamilan terhadap kejadian BBLR dengan P-value yaitu 0.044. terdapat hubungan yang bermakna antara KEK pada Ibu hamil terhadap kejadian BBLR dengan P-value yaitu 0.015, terdapat hubungan yang bermakna antara Usia terhadap kejadian BBLR dengan P-value 0.014. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa pernikahan usia muda memiliki
hubungan paling erat dan Usia ibu memiliki hubungan paling rendah penyebab
BBLR diwilayah Kerja Puskesmas Rawang Kota Sungai Penuh, diharapkan dengan adanya penelitian ini ada peningkatan dalam pencegahan terjadinya BBLR.