Efektivitas Sari Kacang Hijau dan Susu Kedelai Terhadap Peningkatan Kadar HB (Hemoglobin) Pada Remaja Putri di Desa Lawang Agung Kota Sungai Penuh Tahun 2020
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Renda, Permai
Advisor:
Nengsih, Widya
Wulandari, Novi
Wulandari, Novi
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Remaja, Sari Kacang Hijau, Susu Kedelai,Hemoglobin.
DOI:
-
Abstract :
Dua milyar penduduk dunia atau lebih dari 30% populasi penduduk dunia
mengalami anemia terutama karena difisiensi zat besi. WHO Regional Office
SEARO menyatakan bahwa prevalensi anemia dari 45% telah dilaporkan untuk
remaja putri. Remaja memiliki resiko tinggi terhadap kejadian anemia terutama
anemia gizi besi. Di Indonesia prevalensi anemia masih cukup tinggi yaitu
proporsi anemia menurut umur 5-14 tahun 26,4% dan umur 15-24 tahun 18,4%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sari kacang hijau dan susu
kedelai terhadap peningkatan kadar HB (Hemoglobin) pada remaja putri di Desa
Lawang Agung Kota Sungai Penuh tahun 2020. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi Eksperimen dengan desain Pretest And Posttest Two Group Dengan analisis Univariat dan Bivariat. Populasi Penelitian Adalah 16 orang, 8 yang diberikan sari kacang hijau dan 8 diberikan susu kedelai, Teknik Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan teknik Purposive Sampling dimana pengambilan sampel berdasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri. Dari Hasil didapatkan rata-rata kadar HB sebelum dan sesudah diberikan sari kacang hijau adalah 11,375 dan 12,1374 dan rata-rata kadar HB sebelum dan setelah diberikan susu kedelai adalah 11,575 dan 12,7625. Hasil Uji Statistik didapatkan nilai P valuesari kacang hijau= 0.000. P valuesusu kedeai= 0.001. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sari kacang hijau dan susu kedelai sama-sama memberikan peningkatan kadar HB, melihat hasil penelitian ini maka disarankan remaja putri mengkosumsi sari kacang hijau ataupun susu kedelai terutama pada saat menstruasi atau setelah menstruasi karna untuk mencegah terjadinya anemia defisiensi besi.
mengalami anemia terutama karena difisiensi zat besi. WHO Regional Office
SEARO menyatakan bahwa prevalensi anemia dari 45% telah dilaporkan untuk
remaja putri. Remaja memiliki resiko tinggi terhadap kejadian anemia terutama
anemia gizi besi. Di Indonesia prevalensi anemia masih cukup tinggi yaitu
proporsi anemia menurut umur 5-14 tahun 26,4% dan umur 15-24 tahun 18,4%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sari kacang hijau dan susu
kedelai terhadap peningkatan kadar HB (Hemoglobin) pada remaja putri di Desa
Lawang Agung Kota Sungai Penuh tahun 2020. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian Quasi Eksperimen dengan desain Pretest And Posttest Two Group Dengan analisis Univariat dan Bivariat. Populasi Penelitian Adalah 16 orang, 8 yang diberikan sari kacang hijau dan 8 diberikan susu kedelai, Teknik Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan teknik Purposive Sampling dimana pengambilan sampel berdasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri. Dari Hasil didapatkan rata-rata kadar HB sebelum dan sesudah diberikan sari kacang hijau adalah 11,375 dan 12,1374 dan rata-rata kadar HB sebelum dan setelah diberikan susu kedelai adalah 11,575 dan 12,7625. Hasil Uji Statistik didapatkan nilai P valuesari kacang hijau= 0.000. P valuesusu kedeai= 0.001. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sari kacang hijau dan susu kedelai sama-sama memberikan peningkatan kadar HB, melihat hasil penelitian ini maka disarankan remaja putri mengkosumsi sari kacang hijau ataupun susu kedelai terutama pada saat menstruasi atau setelah menstruasi karna untuk mencegah terjadinya anemia defisiensi besi.