Evaluasi Pelaksanaan Program Skrining Hipotiroid Kongenital Pada Bayi Baru Lahir di Kota Sungai Penuh Tahun 2020

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Monika, Kiki
Advisor:
Zuraida
Febriyeni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Evaluasi, Skring Hipotiroid Kongenital.
DOI:
-
Abstract :
Hipotiroid kongenital (HK) adalah salah satu penyebab retardasi mental pada anak yang dapat dicegah jika diketahui dan diterapi sejak dini. Skrining hipotiroid merupakan pemeriksaan yang wajib dilakukan saat bayi lahir. Waktu
terbaik untuk melakukan pemeriksaan ini adalah saat bayi berumur 2-3 hari atau
sebelum bayi pulang dari rumah sakit. Skrining Hipotiroid Kongenital neonatal di
Indonesia belum terlaksana secara nasional baru sporadis di beberapa daerah di rumah sakit tertentu. Di 11 provinsi di Indonesia, sejak tahun 20002013 telah di skrining 199.708 bayi dengan hasil tinggi sebanyak 73 kasus (1 :2736). Rasio ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan rasio global yaitu 1:3000 kelahiran. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui evaluasi pelaksanaan skrining hipotiroid
kongenital pada bayi baru lahir di Kota Sungai Penuh Tahun 2020. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Objek yang akan diteliti adalah evaluasi pelaksanaan skrining hipotiroid kongenital (SHK) dari segi input, proses, dan output. Metode untuk mendapatkan informasi dilakukan dengan cara mengumpulkan data primer melalui wawancara mendalam dan obsevasi sedangkan data sekunder melalui telaah dokumen.
Hasil penelitian komponen input menunjukkan bahwa kurangnya SDM yang terlatih, dana berasal dari pusat dan BOK, sarana dan prasarana sudah
tersedia, dan metode yang digunakan sudah sesuai dengan SOP. Komponen
proses menunjukkan bahwa perencanaan telah dilakukan, pengorganisasian
berasal dari dinas kesehatan kota, pelaksanaan program masih belum terlaksana dengan baik, dan monev dilakukan setiap 3 bulan. Komponen output
menunjukkan bahwa belum tercapai nya pelaksanaan program skrining hipotiroid kongenital pada bayi baru lahir di Kota Sungai Penuh. Kesimpulannya perlu dilakukan peningkatan SDM, serta meningkatkan koordinasi dan komunikasi bagi semua penyelenggara, Dinkes Kota, Puskesmas, BPM dan lintas sektor untuk kelangsungan pelaksanaan Program Skrining Hipotiroidisme agar target pelaksanaan SHK dapat tercapai.
Download From Google Drive