Analisa Faktor Penyebab Anemia Pada Ibu Hamil Diwilayah Kerja Puskesmas Rantau Panjang Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin Provinsi Jambi Tahun 2020
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Husna, Naila
Advisor:
Sari, Vitria Komala
Fitri, Nina
Fitri, Nina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Anemia, Inovasi Pelayanan, Perilaku, Dan Sumber Informasi.
DOI:
-
Abstract :
Anemia pada umumnya terjadi diseluruh dunia, terutama di Negara berkembang pada kelompok sosial ekonomi rendah. Hasil Riskesdes Tahun 2018 menyatakan bahwa di Indonesia sebesar 48,9% ibu hamil mengalami anemia. Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin dengan jumlah kumulatif anemia pada kehamilan sebanyak 21,11 % pada tahun 2019.Tujuan penelitian ini menganalisa faktor penyebab (input, proses, output, dan outcome) anemia pada kehamilan diwilayah kerja Puskesmas Rantau panjang. Metode penelitian analisis kualitatif phenomenology dengan pendekatan eksploratif dan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan observasi, informan dalam penelitian ini adalah men (kepala puskesmas, penanggung jawab
program, bidan desa, ibu hamil, dan keluarga ibu hamil) berjumlah 9 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pelayanan yang belum efektif,
keterbatasan alat dan bahan dipustu DS. Dan pola makan (gizi) ibu yang belum
memenuhi standart, kurangnya partisipan ibu hamil dalam pemeriksaan Hb,
kurangnya support dari keluarga karena kesibukan kerja, dan sumber informasi yang didapatkan terhadap ibu hamil menentukan perilaku ibu Selama kehamilan
Kesimpulan bahwa masih tinggi angka kejadian anemia disebabkan pelayanan
yang belum efisien di tambah lagi adanya pandemic covid - 19, keterbatasan alat dan bahan, dan kurangnya kesadaran dari ibu hamil dan keluarga. Oleh karena itu diharapkan tenaga kesehatan menyusun strategi komunikasi pemberian informasi tentang anemia dan petingnya konsumsi tablet fe pada kehamilan sehingga mengurangi resiko anemia pada kehamilan, mengurangi pendarahan pada saat persalinan.dan memberi pelayanan yang optimal agar bisa merubah perilaku ibu hamil dan menurunkan angka kejadian anemia.
program, bidan desa, ibu hamil, dan keluarga ibu hamil) berjumlah 9 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pelayanan yang belum efektif,
keterbatasan alat dan bahan dipustu DS. Dan pola makan (gizi) ibu yang belum
memenuhi standart, kurangnya partisipan ibu hamil dalam pemeriksaan Hb,
kurangnya support dari keluarga karena kesibukan kerja, dan sumber informasi yang didapatkan terhadap ibu hamil menentukan perilaku ibu Selama kehamilan
Kesimpulan bahwa masih tinggi angka kejadian anemia disebabkan pelayanan
yang belum efisien di tambah lagi adanya pandemic covid - 19, keterbatasan alat dan bahan, dan kurangnya kesadaran dari ibu hamil dan keluarga. Oleh karena itu diharapkan tenaga kesehatan menyusun strategi komunikasi pemberian informasi tentang anemia dan petingnya konsumsi tablet fe pada kehamilan sehingga mengurangi resiko anemia pada kehamilan, mengurangi pendarahan pada saat persalinan.dan memberi pelayanan yang optimal agar bisa merubah perilaku ibu hamil dan menurunkan angka kejadian anemia.