Pengaruh Stimulasi Motorik Halus Pada Anak Usia 4-5 tahun Terhadap Daya Konsentrasi Belajar Anak Usia Prasekolah di TK Pertiwi VI Kota Padang Tahun 2019
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Hendrista, Whidy
Advisor:
Naili, Syafrian
Noflindaputri, Resty
Noflindaputri, Resty
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Stimulasi Motorik Halus, Daya Konsentrasi Belajar, Anak Usia Prasekolah.
DOI:
-
Abstract :
Data WHO tahun 2017, sebagian besar anak dengan perkembangan motorik terganggu berasal dari sub Afrika (61%) dan Asia Selatan (52%). Pada negara berkembang sebesar 156 juta di antaranya memiliki perkembangan motorik yang terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh stimulasi
motorik halus pada anak usia 4-5 tahun terhadap daya konsentrasi belajar anak
usia prasekolah di TK Pertiwi VI Kota Padang tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperiment dengan desain One-Group Pre-Post-Test yang dilakukan di TK Pertiwi VI Kota Padang pada bulan Juli 2019. Populasi semua anak usia 4-5 tahun berjumlah 55 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang berjumlah 10 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Marianne Frostig Developmental Test of Visual Perception. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik t-test dependen. Hasil didapatkan rata-rata daya konsentrasi belajar anak usia prasekolah sebelum adalah 5,70 dan meningkat sesudah diberikan stimulasi motorik halus adalah 10,70. Ada pengaruh stimulasi motorik halus pada anak usia 4-5 tahun terhadap daya konsentrasi belajar anak usia prasekolah (p = 0,0005). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh stimulasi motorik halus pada anak usia 4-5 tahun terhadap daya konsentrasi belajar anak usia prasekolah, maka diharapkan dengan adanya penelitian ini pendidik lebih mengembangkan metode stimulasi motorik halus ini untuk menstimulasi daya konsentrasi belajar dalam pembelajaran anak dan menggunakan media lain dalam menyampaikan materi pelajaran agar konsentrasi belajar anak dapat meningkat dengan baik.
motorik halus pada anak usia 4-5 tahun terhadap daya konsentrasi belajar anak
usia prasekolah di TK Pertiwi VI Kota Padang tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperiment dengan desain One-Group Pre-Post-Test yang dilakukan di TK Pertiwi VI Kota Padang pada bulan Juli 2019. Populasi semua anak usia 4-5 tahun berjumlah 55 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang berjumlah 10 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Marianne Frostig Developmental Test of Visual Perception. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik t-test dependen. Hasil didapatkan rata-rata daya konsentrasi belajar anak usia prasekolah sebelum adalah 5,70 dan meningkat sesudah diberikan stimulasi motorik halus adalah 10,70. Ada pengaruh stimulasi motorik halus pada anak usia 4-5 tahun terhadap daya konsentrasi belajar anak usia prasekolah (p = 0,0005). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh stimulasi motorik halus pada anak usia 4-5 tahun terhadap daya konsentrasi belajar anak usia prasekolah, maka diharapkan dengan adanya penelitian ini pendidik lebih mengembangkan metode stimulasi motorik halus ini untuk menstimulasi daya konsentrasi belajar dalam pembelajaran anak dan menggunakan media lain dalam menyampaikan materi pelajaran agar konsentrasi belajar anak dapat meningkat dengan baik.