Penerapan Dan Perbedaan Uji Korelasi Pearson, Spearman dan Kendall Tau Dalam Mengkaji Pengaruh Kejadian HIV/AIDS Di Indonesia (Studi Kasus Laporan Perkembangan HIV/AIDS & Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Tahun 2019)

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Syaifullah
Advisor:
Yanti, Cici Apriza
Novela, Vina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Perbandingan Uji Korelasi, HIV/AIDS, Kelompok Risiko.
DOI:
-
Abstract :
Sekitar 38 juta orang di dunia telah hidup dengan HIV di tubuhnya, sepanjang tahun 2019 telah terjadi 1,7 juta kasus baru HIV dengan infeksi terbanyak pada kelompok gay dan LSL. Di Indonesia tahun 2019, kasus HIV berjumlah 50.282 kasus yang didominasi oleh kelompok LSL. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis uji korelasi Pearson, Spearman dan Kendall Tau terhadap kejadian HIV/AIDS di Indonesia. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kabupaten/kota di Indonesia yang telah meng-input data ke website Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA) tahun 2019. Sampel penelitian ini sebanyak 514 kabupaten/kota. Pengambilan sampel dengan total sampling, analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson, Spearman dan Kendall Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian HIV/AIDS adalah Pelanggan PS (p-value =0,0005 Rvalue=0,852), Pasangan Risti (p-value =0,0005 Rvalue=0,792), LSL (p-value =0,0005 Rvalue=0,761), WPS (p-value =0,0005 Rvalue=0,730), Waria (p-value =0,0005 Rvalue=0,711), Sero Discordant (p-value =0,0005 Rvalue=0,676), WBP (p-value =0,0005 Rvalue=0,650), IDU (p-value =0,0005 Rvalue=0,645), PPS (p-value =0,0005 Rvalue=0,573). Jadi, uji yang tepat untuk menganalisa data yang diperoleh adalah uji Korelasi Spearman. Disarankan untuk faktor risiko khususnya Pelanggan PS supaya menghindari perilaku seksual beresiko yang menjadi penyebab penularan virus HIV.
Download From Google Drive