Efektivitas Kualitas Fisik Pengolahan Sampah Organik menjadi Pupuk Menggunakan Variasi Aktivator MOL Tapai Dan Aktivator EM4 Dikota Bukittinggi Tahun 2020
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Matondang, Rian Hidayat
Advisor:
Yanti, Cici Apriza
Fatma, Fitria
Fatma, Fitria
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Sampah Organik, Pupuk Kompos, MOL Tapai, EM4.
DOI:
-
Abstract :
Sampah adalah padatan yang sudah tidak terpakai lagi dan dibuang. Pada tahun 2016 jumlah timbulan sampah di Indonesia mencapai 65.200.000 ton per tahun dengan penduduk sebanyak 261.115.456 orang. Dinas Lingkungan Hidup Bukittinggi (DLH) tahun 2018 menyebutkan dari hasil analisa jumlah timbulan sampah di Kota Bukittinggi yaitu 119,61 ton/hari. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui perbedaan pengolahan sampah organik menjadi pupuk menggunakan variasi aktivator MOL tapai dan EM4 di Kota Bukittinggi Tahun 2020.Kompos adalah pupuk yang dibuat dari hasil penguraian aneka bahan organik. Jenis penelitian yang dilakukan adalah true eksperimen, Yaitu meneliti perbedaan efektivitas pengolahan sampah organik menggunakan variasi aktivator MOL dan EM4 dilihat dari parameter suhu, pH dan parameter fisik(warna dan bau). Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Garegeh Kota Bukittinggi pada JuniJuli 2020 Hasil dari penelitian pengolahan sampah organik menggunakan variasi aktivator MOL menunjukkan nilai rata-rata suhu yaitu 26oC, nilai rata-rata pH yaitu 3,5 dengan warna dan bau terlihat mulai berwarna kehitaman dan mulai berbau tanah, Aktivator EM4 dengan rata-rata suhu yaitu 27oC, dengan rata-rata pH yaitu 3,6, dengan warna dan bau terlihat berwarna hitam dan berbau tanah, yang tidak menggunakan aktivator memiliki nilai rata-rata suhu yaitu 21oC, dengan rata-rata pH yaitu 2,6, dengan warna dan bau terlihat kecoklatan dan berbau busuk. Dari hasil uji statistik didapatkan hasil bahwa P>0,05 yang berarti tidak terdapat pengaruh pemberian aktivator MOL dengan Konsentrasi 150ml, 250ml, 350ml, 500ml, EM4 pada pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Bersdasarkan hasil penelitian pembuatan pupuk kompos dari sampah Organik, EM4 dinyatakan lebih efektif dibandingkan MOL tapai walaupun dengan variasi konsentrasi yang dibuat.