Literature Review : Perbedaan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun dan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoabilimbi L) terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Putri, Sasa Fatia
Advisor:
Nurhayati
Silvia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Staphylococcus aureus , Averrhoabilimbi dan Antibakteri.
DOI:
-
Abstract :
Salah satu penyakit kulit yang sering terjadi pada remaja dan dewasa muda adalah Acne vulgaris (AV), yang disebut jerawat. Pembentukan jerawat terjadi karena adanya penyumbatan folikel oleh sel-sel mati, sebum, dan peradangan yang disebabkan oleh bakteri, salah satunya adalah Staphylococcus aureus. Perawatan jerawat di klinik biasanya menggunakan antibiotik baik secara oral maupun topikal. Penyembuhan jerawat selain menggunakan bahan kimia dapat menggunakan bahan-bahan herbal seperti daun dan buah belimbing wuluh. Tradisional literatur review ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aktivitas antibakteri ekstrak daun dan buah belimbing wuluh (Averrhoabilimbi L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Study Literature ini diperoleh dari penelusuran artikel penelitian ilmiah dari rentang waktu 2015-2019 menggunakan database Google Schoolar, PubMED, Science direct dan Researchgate dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian literatur ini antara lain: Staphylococcus aureus, Averrhoabilimbi dan Antibakteri. Pembahasan literature review menggunakan teknik Compare dan terdapat perbedaan aktivitas antibakteri yang signifikan antara ekstrak daun dan buah belimbing wuluh (Averrhoabilimbi L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Buah belimbing wuluh lebih efektif sebagai antibakteri Staphylococcus aureus daripada daun belimbing wuluh, dan semakin tinggi konsentrasi buah belimbing wuluh, maka zona hambat bakteri Staphylococcus aureus semakin kuat. Untuk peneliti selanjutnya disarankan melakukan uji iritasi terhadap buah belimbing wuluh. Untuk masayarakat diharapkan dapat memanfaatkan buah belimbing wuluh untuk mencegah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus.
Download From Google Drive