Hubungan Perilaku Merokok, Kepadatan Hunian Kamar Dan Luas Ventilasi Kamar Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Siulak Gedang Kabupaten Kerinci Tahun 2020

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Juliandi, Jeri
Advisor:
Adriani
Harisnal
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Perilaku Merokok, Kepadatan Hunian, Luas Ventilasi, ISPA.
DOI:
-
Abstract :
ISPA menempati urutan pertama dari 10 penyakit terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Siulak Gedang Kabupaten Kerinci Tahun 2020, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku merokok, kepadatan hunian kamar dan luas ventilasi kamar dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Siulak Gedang Kabupaten Kerinci Tahun 2020 dimana penyakit ini banyak menyerang balita yang memiliki dayatahan tubuh yang rendah . Penelitian ini merupakan Deskriptif Analitik dengan pendekatan studi Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 112 orang balita, Sampel dalam penelitian ini berjumlah 88 orang tua balita, cara pengambilan sampel dengan menggunakan metode Simple Random Sampling, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan obesrvasi menggunakan kuesioner di wilayah kerja Puskesmas Siulak Gedang Kabupaten Kerinci Tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 88 responden terdapat 48 (55%) responden yang memiliki perilaku merokok, 44 (50%) responden memiliki kepadatan hunian kamar yang tidak memenuhi syarat, 44 (50% ) responen memiliki luas ventilasi kamar yang memenuhi syarat dan 45 (51%) responden yang menderita ISPA, Hubungan perilaku merokok dengan kejadian ISPA p value = 0.000 dengan OR = 42,90 hubungan kepadatan hunian kamar dengan kejadian ISPA p value = 0,000 dengan OR = 80,17 dan hubungan luas ventilasi kamar dengan kejadian ISPA p value = 0.000 dengan OR = 196. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan perilaku merokok, kepadatan hunian kamar dan luas ventilasi kamar dengan kejadian ISPA pada balita, disarankan kepada orangtua balita untuk lebih mengawasi anak balita agar tidak terpapar oleh asap rokok dan menerapkan sistem ventilasi yang bisa dibuka dan ditutup sebagian.
Download From Google Drive