Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Pada Pekerja Pengumpul Sampah Kota Bukittinggi Tahun 2020
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Aprilliano, Jery
Advisor:
Maisyarah
Saputra, Harry Ade
Saputra, Harry Ade
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Dermatitis Kontak, Lama Paparan, Penggunaan APD, Personal Hygiene.
DOI:
-
Abstract :
Penyakit akibat kerja yang banyak dijumpai yaitu Dermatitis Kontak. Di Indonesia, insiden penyakit dermatitis kontak memperlihatkan bahwa 97% dari 389 kasus adalah penyakit dermatitis kontak. Prevalensi kejadian dermatitis kontak pada petugas sampah di Kota Bukittinggi sebesar 33,9%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Lama Paparan, Penggunaan APD dan Personal Hygiene dengan kejadian Dermatitis Kontak pada pekerja pengumpul sampah. Jenis penelitian ini Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional, dilaksanakan pada 5 Agustus 2019 - 20 Januari 2020. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 145 orang, teknik pengambilan sampel secara simple random sampling sebanyak 59 sampel. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil analisis univariat sebanyak 33,9% Dermatitis Kontak, dengan 59,3% Lama Paparan beresiko, 59,3% menggunakan APD tidak memenuhi standar dan 57,6% Personal Hygiene tidak baik. Berdasarkan analisis bivariat ada hubungan antara Lama Paparan (P-value = 0,042) OR = 4,211, Penggunaan APD (P-value = 0,009) OR = 6,611 dan Personal Hygiene (P-value = 0,027) OR = 4,667 dengan kejadian dermatitis kontak. Hasil penelitian menunjukkan Lama Paparan, Penggunaan APD dan Personal Hygiene memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian dermatitis kontak. Sedangkan yang memiliki hubungan paling kuat yaitu Penggunaan APD. Diharapkan kepada pekerja pengumpul sampah menggunakan alat penjepit sampah, menggunakan APD sesuai standar dan meningkatkan Personal Hygiene.