Analisis Mann-Whitney dan Regresi Logistik Biner dalam Menguji Perbedaan Sanitasi Lingkungan dan Hygiene Personal Pada Produsen Makanan Ringan Sektor Formal dan Informal di Mandiangin Koto Selayan Tahun 2020
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Putri, Tesya Melia
Advisor:
Hasnita, Evi
Yanti, Cici Apriza
Yanti, Cici Apriza
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Keamanan Pangan, Sanitasi Lingkungan, Hygiene Personal, Mann-Whitney dan Regresi Logistik Biner.
DOI:
-
Abstract :
Latar Belakang:Penyakit bawaan makanan atau yang biasa disebut Foodborne illness merupakan kondisi dimana seseorang tertular penyakit melalui makanan. Tujuan:Untuk mengulas faktor yang menyebabkan Foodborne illness masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, diantaranya buruknya higiene perorangan dan sanitasi lingkungan pengolahan dan penyajian makanan. Metode:Jenis penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan cross sectional. Uji yang digunakan yaitu Mann-Whitney untuk melihat perbedaan dan Regresi Logistik Biner untuk melihat pengaruh antar variabel. Dengan sampel 113 penjual. Namun, terdapat kendala saat pengambilan data sehingga data yang didapat hanya 76 penjual. Hasil:Pada uji Mann-Whitney menunjukan bahwa Pvalue < (0,05) yang berarti ada perbedaan antara sanitasi lingkungan yaitu kondisi sanitasi peralatan (P-value = 0,0001), kondisi tempat sampah (P-value = 0,029), kondisi tempat penampungan limbah (P-value = 0,0001), ketersediaan bahan pembersih (P-value = 0,0001), dan hygiene personal yaitu kebersihan dan kesehatan diri (P-value = 0,003) pada penjual sanjai dan gorengan. Pada uji Regresi Logistik Biner menunjukan bahwa ada pengaruh variabel kondisi sanitasi peralatan (=0,044), kondisi tempat sampah (=4,579), kondisi tempat penampungan limbah (=0,187) dan ketersediaan bahan pembersih (=0,137). Kesimpulan:Buruknya kondisi sanitasi peralatan, kondisi tempat sampah, kondisi tempat penampungan limbah dan ketersediaan bahan pembersih pada penjual sanjai dan gorengan yang menyebabkan kurang terpenuhinya keamanan pangan penjual. Maka dari itu penjual sebaiknya meningkatkan kondisi sanitasi lingkungan disekitar seperti sarana pencucian peralatan, tempat sampah yang digunakan, dan kelengkapan bahan pembersih agar makanan tidak terkontaminasi.