Analisis Kepatuhan Minum Obat Antiretroviral (ARV) Pada Pasien HIV/AIDS di Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi Tahun 2020
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Trisna, Ivo
Advisor:
Oktavianis
Maisyarah
Maisyarah
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Terapi ARV, ODHA, Kepatuhan Minum Obat ARV.
DOI:
-
Abstract :
Jumlah kematian yang disebabkan oleh HIV/AIDS mengalami peningkatan dari 41.250 kasus pada tahun 2016 menjadi 48.300 pada tahun 2017. Hal ini
disebabkan oleh ketidakpatuhan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) terhadap
program pengobatan yang dijalani. Terapi ARV menuntut ODHA untuk memiliki
tingkat kepatuhan yang tinggi yakni >95%. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengeksplor kepatuhan minum obat ARV pada pasien HIV/AIDS dengan fokus
pada Karakteristik Individu, Institusi Penyedia Layanan, Dukungan Keluarga, dan Konteks Sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Dengan 5 orang informan ODHA dan 6 orang dari institusi terkait yakni Puskesmas Rasimah Ahmad, Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bukittinggi. Instrumen penelitian yang digunakan berupa pedoman wawancara, catatan dilapangan, alat perekam dan kamera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses terhadap ARV, hubungan ODHA dengan petugas kesehatan, ketersediaan ARV, Pengawasan Minum Obat (PMO), peran keluarga dan kelompok dukungan sebaya berdampak positif terhadap kepatuhan minum obat ARV pada ODHA. Sedangkan keterbukaan status HIV dan stigma terhadap ODHA berdampak negatif terhadap kepatuhan minum obat ARV pada pasien HIV/AIDS di Puskesmas Rasimah Ahmad. Kesimpulan penelitian ini adalah kepatuhan minum obat ARV pada 5 ODHA yang ada di Puskesmas Rasimah
Ahmad pada tingkat kepatuhan yang sedang (80-95%) dengan persentase (93%). Disarankan kepada informan penelitian agar dapat menambah pengetahuan tentang pengobatan ARV dan memahami mengenai dampak dari ketidakpatuhan terhadap pengobatan.
disebabkan oleh ketidakpatuhan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) terhadap
program pengobatan yang dijalani. Terapi ARV menuntut ODHA untuk memiliki
tingkat kepatuhan yang tinggi yakni >95%. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengeksplor kepatuhan minum obat ARV pada pasien HIV/AIDS dengan fokus
pada Karakteristik Individu, Institusi Penyedia Layanan, Dukungan Keluarga, dan Konteks Sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Dengan 5 orang informan ODHA dan 6 orang dari institusi terkait yakni Puskesmas Rasimah Ahmad, Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bukittinggi. Instrumen penelitian yang digunakan berupa pedoman wawancara, catatan dilapangan, alat perekam dan kamera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses terhadap ARV, hubungan ODHA dengan petugas kesehatan, ketersediaan ARV, Pengawasan Minum Obat (PMO), peran keluarga dan kelompok dukungan sebaya berdampak positif terhadap kepatuhan minum obat ARV pada ODHA. Sedangkan keterbukaan status HIV dan stigma terhadap ODHA berdampak negatif terhadap kepatuhan minum obat ARV pada pasien HIV/AIDS di Puskesmas Rasimah Ahmad. Kesimpulan penelitian ini adalah kepatuhan minum obat ARV pada 5 ODHA yang ada di Puskesmas Rasimah
Ahmad pada tingkat kepatuhan yang sedang (80-95%) dengan persentase (93%). Disarankan kepada informan penelitian agar dapat menambah pengetahuan tentang pengobatan ARV dan memahami mengenai dampak dari ketidakpatuhan terhadap pengobatan.