Perbedaan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Antara Pedagang Ikan Air Laut Dengan Pedagang Ikan Air Tawar Di Kota Bukitinggi Tahun 2020
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Ali, Nabil Irvan
Advisor:
Saputra, Harry Ade
Novela, Vina
Novela, Vina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Lama layanan, lama kontak, kebersihan pribadi.
DOI:
-
Abstract :
Penyakit akibat kerja yang paling umum adalah dermatitis kontak. Di Provinsi Sumatera Barat tahun 2017 menunjukkan bahwa penyakit kulit (dermatitis) menempati urutan ke-5 dari 10 penyakit tersering dengan jumlah kasus 84.667 (4,7%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kejadian dermatitis kontak iritan antara pedagang ikan laut dan pedagang ikan air tawar di Kota
Bukittinggi tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan uji Mann Withney dengan derajat kepercayaan 95%. dan 5% (0,05). Sampel penelitian berjumlah 16 responden di Pasar Kota Bukittinggi dengan teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling. Penelitian
ini dilakukan pada tanggal 25-27 Juli 2020 di Pasar Kota Bukittinggi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan kuesioner serta diolah secara komputerisasi dengan uji-t independen. Hasil analisis univariat menunjukkan rata-rata masa kerja pedagang ikan air tawar adalah 3,75 dengan standar deviasi 0,88. Rata-rata tenor pedagang ikan laut adalah 5,12 dengan standar deviasi 0,83. Rata-rata lama kontak pedagang ikan air tawar 9,38 dengan standar deviasi 0,51. Rata-rata lama kontak pedagang ikan air laut adalah 10,50 dengan standar deviasi 0,75. Higiene perorangan rata-rata pedagang ikan air tawar adalah 2,25 dengan standar deviasi 0,51. Higiene perorangan rata-rata pedagang ikan air asin adalah 1,38 dengan standar deviasi 0,70. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kejadian dermatitis kontak. Iritasi antara pedagang ikan laut dan pedagang ikan segar di kota Bukittinggi pada tahun 2020. Diharapkan para pedagang ikan laut selalu menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan dan kaki setelah bekerja.
Bukittinggi tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan uji Mann Withney dengan derajat kepercayaan 95%. dan 5% (0,05). Sampel penelitian berjumlah 16 responden di Pasar Kota Bukittinggi dengan teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling. Penelitian
ini dilakukan pada tanggal 25-27 Juli 2020 di Pasar Kota Bukittinggi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan kuesioner serta diolah secara komputerisasi dengan uji-t independen. Hasil analisis univariat menunjukkan rata-rata masa kerja pedagang ikan air tawar adalah 3,75 dengan standar deviasi 0,88. Rata-rata tenor pedagang ikan laut adalah 5,12 dengan standar deviasi 0,83. Rata-rata lama kontak pedagang ikan air tawar 9,38 dengan standar deviasi 0,51. Rata-rata lama kontak pedagang ikan air laut adalah 10,50 dengan standar deviasi 0,75. Higiene perorangan rata-rata pedagang ikan air tawar adalah 2,25 dengan standar deviasi 0,51. Higiene perorangan rata-rata pedagang ikan air asin adalah 1,38 dengan standar deviasi 0,70. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kejadian dermatitis kontak. Iritasi antara pedagang ikan laut dan pedagang ikan segar di kota Bukittinggi pada tahun 2020. Diharapkan para pedagang ikan laut selalu menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan dan kaki setelah bekerja.