Pengaruh Pemberian Infra Red (IR) dan Contract Relax Terhadap Pengurangan Nyeri Gerak Dan Nyeri Tekan Pada Kasus Cervical Syndrome Di RS.Dr. Reksodiwiryo Padang Tahun 2015
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Hariani, Desi
Advisor:
Febriani, Yelva
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
IR , Contract Relax, Nyeri , Cevical Syndrome.
DOI:
-
Abstract :
Cervical syndrome adalah sekumpulan gejala berupa nyeri tengkuk, nyeri yang menjalar, rasa kesemutan yang menjalar, spasme otot yang disebabkan oleh gangguan musculoskeletal dimana terjadi ketegangan dan peregangan otot dan ligamentum sekitar leher. Dari data RS.Dr.Reksodiwiryo Padang tahun 2014 menunjukan bahwa pasien cervical syndrome atau mengalami nyeri pada leher telah mencapai 30%. Kebanyakan penderita cervical syndrome disebabkan oleh adanya pemendekan dari otot levator scapula yang menghubungkan daerah leher dan bahu. Jenis Penelitian ini adalah quasi experiment dengan pendekatan pre dan post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Cervical Syndrome di RS.Dr.Reksodiwiryo Padang tahun 2014 yang berjumlah 140 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 8 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi intensitas nyeri dan pengolahan data hasil penelitian dilakukan secara komputerisasi menggunakan uji t-test dependent test atau wilcoxon jika sebaran data tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skala nyeri tekan sebelum intervensi 6.88 dan nyeri gerak 7,25 nyeri tekan setelah intervensi 3,38 dan nyeri gerak 3,75 setelah intervensi. Hasil analisis statistic ada penurunan intensitas nyeri sebelum dan setelah intervensi dengan beda rata-rata nyeri tekan dengan ( p = 0.011 ) dan nyeri gerak ( p=0.000 ). Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi dengan modalitas Infra Red dan Contract Relax efektif menurunkan Intensitas Nyeri Gerak dan Nyeri Tekan pada kasus Cevical Syndrome. Untuk itu diharapkan pada pihak terkait untuk dapat selalu mengembangkan metode-metode pelayanan fisioterapi dalam rangka menurunkan intensitas nyeri gerak dan nyeri tekan pada kasus Cervical Syndrome salah satunya penerapan terapi dengan modalitas Infra Red dan Contract Relax.