Pengaruh Pemberian Infra Red (IR) dan Stretching Terhadap Pengurangan Nyeri Pada Kasus Cervical Syndrome Di Rumah Sakit Umum Daerah Batusangkar Tahun 2015
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Yasta, Fitri
Advisor:
Djabbar, Himyar
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
IR, Stretching, Nyeri, Cervical Syndrome
DOI:
-
Abstract :
Cervical Syndrome adalah sekumpulan gejala berupa nyeri tengkuk, nyeri yang menjalar ,rasa kesemutan, spasme otot yang disebabkan karena perubahan struktural. Di RSUD Batusangkar tahun 2014 diketahui bahwa 5% pasien yang datang keruangan fisioterapi, adalah pasien dengan keluhan cervical syndrome. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian infra red (IR) dan Stretching terhadap Pengurangan Nyeri pada Kasus Cervical Syndrome di Rumah Sakit Hanafiah Batusangkar Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan pendekatan pre dan post test. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien penderita cervical syndrome di Rumah Sakit Hanafiah Batusangkar pada bulan Januari sampai Oktober tahun 2015 yang berjumlah 110 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 8orang .Pengumpulan data menggunakan lembar observasi intensitas nyeri dan pengolahan data hasil penelitian dilakukan secara komputerisasi menggunakan uji t-dependent tes atau wilcoxon jika sebaran data tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skala nyeri tekan sebelum intervensi 3,75 dan nyeri gerak 6,38 menjadi nyeri tekan 1,88 dan nyeri gerak 3,38 setelah intervensi. Hasil anlaisis statistic ada penurunan intensitas nyeri sebelum dan setelah intervensi dengan beda rata-rata nyeri tekan 1,875 (p = 0,000) dan beda rata-rata nyeri gerak 3,000, p = 0,011. Dapat disimpulkan bahwa pemberian terapi dengan modalitas Infra Red (IR) dan stretching efektif menurunkan intensitas nyeri cervical syndrome. Untuk itu diharapkan kepada pihak terkait untuk dapat selalu mengembangkan metodemetode pelayanan fisioterapis dalam rangka menurunkan intensitas nyeri cervical syndrome salah satunya penerapan terapi dengan modalitas Infra Red (IR) dan stretching di RSUD Hanafiah Batusangkar Tahun 2015.