Perbedaan Tingkat Nyeri Sebelum Dan Sesudah Senam Lansia Pada Lansia Penderita Rheumatoid Arthritis Region Metatarsalphalangeal Joint Di Posyandu Lansia Pulau Belibis Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Paku Kota Solok Tahun 2015
Categorie(s):
Karya Tulis Ilmiah
Author(s):
Anggraini, Mia
Advisor:
Olyverdi, Reza
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Keyword(s):
Tingkat Nyeri, Senam Lansia, Rheumatoid Arthritis Region Metatarsalphalangeal Joint
DOI:
-
Abstract :
Prevalensi Rheumatoid Arthtritis di Indonesia berdasarkan Perhimpunan Rheumatodologi Indonesia tahun 2014 mencapai 31,3 % dari populasi. Di Kota Solok, jumlah penderita rheumatoid arthtritis di tahun 2014 merupakan yang tertinggi menempati urutan ke 2 dari 10 penyakit terbanyak di kota Solok. Rheumatoid arthtritis dapat dicegah dengan dengan melakukan latihan fisik/ senam. Senam lansia adalah olah raga ringan yang mudah dilakukan dan tidak memberatkan, yang dapat diterapkan pada lansia. Aktivitas olahraga ini akan membantu tubuh lansia agar tetap bugar dan tetap segar, karena senam lansia mampu melatih tulang tetap kuat, mendorong jantung bekerja secara optimal dan membantu menghilangkan radikal bebas yang berkeliaran di dalam tubuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah senam lansia di Posyandu Lansia Pulau Belibis Kelurahan Tanjung Paku wilayah kerja Puskemas Tanjung Paku Kota Solok. Penelitian ini bersifat Quasi eksperimen, dengan analisa data menggunakan Analisa Univariat dan Bivariat dengan uji statistik t test dependen penelitian telah dilakukan pada tanggal 09 sampai 31 Mei 2015 dan populasi adalah seluruh penderita rheumatoid arthtritis region metatarsalphalangeal joint di Posyandu Lansia Pulau Belibis Kelurahan Tanjung Paku wilayah kerja Puskesmas Tanjung Paku yang berjumlah 22 orang dengan jumlah sampel sebanyak 10 orang. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Alat yang digunakan untuk mengukur nyeri VAS (Visual Analog Scale) serta menggunakan lembar observasi. Dari uji statistik didapatkan nilai signifikan senam dengan penurunan nyeri dengan p value = 0,05, dengan rata rata nyeri sebelum intervensi 6,70 dan rata rata nyeri setelah intervensi 2,30 dapat disimpulkan adanya pengaruh senam dengan penurunan nyeri. Dengan adanya perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah senam lansia pada lansia penderita rheumatoid arthtritis region metatarsalphalangeal joint diharapkan kepada petugas kesehatan untuk lebih meningkatkan penyuluhan secara berkala setiap kegiatan dalam menganjurkan pasien melakukan senam lansia minimal 2 kali dalam seminggu dengan durasi waktu 30 menit.