Evaluasi Sistem Rujukan Kegawatdaruratan Maternal di Puskesmas Rao Kabupaten Pasaman Tahun 2020
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Rahmayani
Advisor:
Nurhayati
Oktavianis
Oktavianis
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Sistem Rujukan, Kegawatdaruratan Maternal.
DOI:
-
Abstract :
Permasalahan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal merupakan permasalahan yang disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu faktor tersebut
adalah keterlambatan dan sistem rujukan yang belum paripurna. Jumlah rujukan
maternal di Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2018 yaitu sebanyak 2.541
rujukan, sedangkan pada tahun 2019 mengalami peningkatan menjadi 2.673
rujukan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Evaluasi Sistem Rujukan
Kegawatdaruratan Maternal di Puskesmas Rao Kabupaten Pasaman Tahun 2020. Jenis penelitian ini kualitatif dengan desain fenomenologi. Populasi pada
penelitian ini adalah 10 orang informant dari pihak puskesmas yang terdiri dari (1 orang kepala puskesmas, 1 orang bidan koordinasi, 1 orang dokter dan 3 orang bidan), dari pihak BPJS (1 orang petugas BPJS) sedangkan dari pihak pasien terdiri dari (1 orang pasien, 1 orang suami dan 1 orang penanggung jawab keluarga). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara mendalam kepada partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi input menyatakan bahwa keberhasilan pelaksanaan rujukan memang dipengaruhi banyak faktor diantaranya dari pihak puskesmas yang meliputi Kebijakan tentang program rujukan, sumber daya manusia yang berkualitas sehingga dapat bekerja menangani komplikasi dengan kompeten serta tersedianya sarana dan prasarana yang lengkap dan memadai. Selain dari pihak puskesmas.komponen input keberhasilan sistem rujukan juga dipengaruhi oleh persiapan dari pasien sendiri. Dapat disimpulkan bahwa evaluasi sistem rujukan belum terlaksana dengan maksimal. Untuk itu diharapkan kepada petugas kesehatan untuk lebih memperhatikan serta meningkatkan sistem rujukan agar dapat mengurangi kegawatdaruratan maternal.
adalah keterlambatan dan sistem rujukan yang belum paripurna. Jumlah rujukan
maternal di Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2018 yaitu sebanyak 2.541
rujukan, sedangkan pada tahun 2019 mengalami peningkatan menjadi 2.673
rujukan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Evaluasi Sistem Rujukan
Kegawatdaruratan Maternal di Puskesmas Rao Kabupaten Pasaman Tahun 2020. Jenis penelitian ini kualitatif dengan desain fenomenologi. Populasi pada
penelitian ini adalah 10 orang informant dari pihak puskesmas yang terdiri dari (1 orang kepala puskesmas, 1 orang bidan koordinasi, 1 orang dokter dan 3 orang bidan), dari pihak BPJS (1 orang petugas BPJS) sedangkan dari pihak pasien terdiri dari (1 orang pasien, 1 orang suami dan 1 orang penanggung jawab keluarga). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara mendalam kepada partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi input menyatakan bahwa keberhasilan pelaksanaan rujukan memang dipengaruhi banyak faktor diantaranya dari pihak puskesmas yang meliputi Kebijakan tentang program rujukan, sumber daya manusia yang berkualitas sehingga dapat bekerja menangani komplikasi dengan kompeten serta tersedianya sarana dan prasarana yang lengkap dan memadai. Selain dari pihak puskesmas.komponen input keberhasilan sistem rujukan juga dipengaruhi oleh persiapan dari pasien sendiri. Dapat disimpulkan bahwa evaluasi sistem rujukan belum terlaksana dengan maksimal. Untuk itu diharapkan kepada petugas kesehatan untuk lebih memperhatikan serta meningkatkan sistem rujukan agar dapat mengurangi kegawatdaruratan maternal.