Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Bawah Garis Merah (BGM) pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Air Amo Kabupaten Sijunjung tahun 2020
Categorie(s):
Laporan Tugas Akhir
Author(s):
Utami, Mira
Advisor:
Kartika, Imelda R.
Rifdi, Febriniwati
Rifdi, Febriniwati
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pola Makan, Penyakit Infeksi, Status Ekonomi Status BGM.
DOI:
-
Abstract :
Provinsi Sumatera Barat juga dihadapkan terhadap permasalahan gizi pada balita, dimana pada tahun 2017 persentase balita usia 0 59 bulan dengan gizi buruk atau BGM adalah sebesar 3,3% sedikit berada di bawah angka nasional, namun persentase balita gizi kurang adalah sebesar 14,2% dan angka ini melebihi angka kejadian nasional yang hanya 14%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status BGM pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Air Amo Kabupaten Sijunjung tahun 2020.
Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif analitik dengan pendekatan
cross sectional study pada tanggal 01-14 Agustus 2020di Wilayah Kerja
Puskesmas Air Amo Kabupaten Sijunjung Tahun 2020, populasi dalam penelitian ini 56 orang, dan sampel penelitian sebanyak 56 orang, dengan teknik
pengambilan sampel total sampling dan data di olah secara univariat dan bivariat. Didapatkan hasil univariat yaitu 55,4% responden pola makan balita tidak seimbang, 66,1% responden sering mengalami riwayat penyakit infeksi, 66,1% status ekonomi prasejahtra, 53,6% balita BGM. Hasiluji statistik didapatkan pola makan (p=0,000),riwayat penyakit infeksi (p=0,001), status ekonomi (p=0,008) dengan status BGM pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Air Amo Kabupaten Sijunjung tahun 2020. Kesimpulan dari penelitian ini adanya hubungan pola makan, riwayat penyakit infeksi, status ekonomi dengan status BGM pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Air Amo Kabupaten Sijunjung tahun 2020. Disarankan pada institusi pelayanan kesehatan dapat memberikan informasi atau edukasi pada ibu yang memiliki balita BGM agar dapat memberikan gizi yang cukup untuk anak balitanya.
Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif analitik dengan pendekatan
cross sectional study pada tanggal 01-14 Agustus 2020di Wilayah Kerja
Puskesmas Air Amo Kabupaten Sijunjung Tahun 2020, populasi dalam penelitian ini 56 orang, dan sampel penelitian sebanyak 56 orang, dengan teknik
pengambilan sampel total sampling dan data di olah secara univariat dan bivariat. Didapatkan hasil univariat yaitu 55,4% responden pola makan balita tidak seimbang, 66,1% responden sering mengalami riwayat penyakit infeksi, 66,1% status ekonomi prasejahtra, 53,6% balita BGM. Hasiluji statistik didapatkan pola makan (p=0,000),riwayat penyakit infeksi (p=0,001), status ekonomi (p=0,008) dengan status BGM pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Air Amo Kabupaten Sijunjung tahun 2020. Kesimpulan dari penelitian ini adanya hubungan pola makan, riwayat penyakit infeksi, status ekonomi dengan status BGM pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Air Amo Kabupaten Sijunjung tahun 2020. Disarankan pada institusi pelayanan kesehatan dapat memberikan informasi atau edukasi pada ibu yang memiliki balita BGM agar dapat memberikan gizi yang cukup untuk anak balitanya.