Determinan pada Ibu Hamil dengan Kejadian BBLR Di RSUD Maejen H.A Thalib Kabupaten Kerinci Tahun 2020

Categorie(s):
   Laporan Tugas Akhir
Author(s):
   Juwita, Inayati
Advisor:
Febriyeni
Amalina, Nurul
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
BBLR, Anemia, Riwayat penyakit, Paritas,Usia Kehamilan.
DOI:
-
Abstract :
Prevalensi bayi dengan BBLR sebesar 6,2% di Indonesia. faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadi BBLR adalah faktor ibu Berdasarkan Hasil rekam medik RS Mayjen H.A Thalib Kerinci menunjukkan bahwa jumlah BBLR pada tahun 2018-2019 adalah 212 dari 2083 kelahiran. Tujuan penelitian ini mengetahui Determinan kejadian BBLR di RS Mayjen H.A Thalib Kerinci di
tahun 2020. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan desain crossectional study. Sampel penelitian adalah total sampling 212 responden. Untuk mengetahui Determinan kejadian BBLR di RS Mayjen H.A Thalib Kerinci di tahun 2020 Data dikumpulkan menggunakan format pengumpulan data dan dianalisa dengan menggunakan analisa univariat.
Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh responden sebanyak 166
orang (78,3%) mempunyai umur yang tidak berisiko, 173 orang (81,6%) mempunyai Usia Kehamialan aterm, 191 orang (90,1%) paritas tidak beresiko,
112 orang (52,84%) tidak menderita anemia, 180 orang (75,5%) tidak mempunyai riwayat penyakit. Disimpulkan bahwasanya ibu ynag paling banyak melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah adalah ibu dengan anemia. Diharapkan kepada ibu untuk rutin memeriksakan kehamilannya ke posyandu atau ketenaga kesehatan. Agar ibu diberikan tablet Fe sehingga anemia dapat teratasi.
Download From Google Drive