Jenis - Jenis Komunikasi Guru Pada Anak Tuna Grahita Sedang di SLB Kota Bukittinggi Tahun 2020
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Aflis, Mutia Septi
Advisor:
Lazdia, Wenny
Febrina, Cory
Febrina, Cory
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Jenis Komunikasi, Guru, Anak Tuna Grahita.
DOI:
-
Abstract :
Anak tuna grahita adalah anak yang memiliki intelegensi yang berada dibawah
rata-rata yang disertai dengan hambatan dalam perkembangan seperti, ketidakmampuan dalam berkomunikasi. Maka dari itu, anak mendapat
pembelajaran di sekolah luar biasa. Dari hasil observasi ditemukan bahwa
komunikasi antara guru dan pelajar tuna grahita tidak efektif. Sebagai contoh pada saat anak melakukan keributan, guru menegur dengan nada yang tinggi dan ekspresi wajah yang terlihat marah dan membuat kondisi kelas tidak kondusif. Jumlah murid tuna grahita sedang di SLB Karakter Mandiri sebanyak 15 orang. Dimana SLB Karakter Mandiri menempati urutan ke 3 dengan jumlah murid tuna grahita terbanyak. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi bagaimana jenis komunikasi yang digunakan guru pada anak tuna grahita sedang. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan pennelitian diambil secara purposive sampling yang berjumlah 6 orang guru SLB yang khusus mengajar anak tuna grahita di SLB Karakter Mandiri. Data diolah dan dianalisi menggunakan metode Creswell. Hasil penelitian lahirlah beberapa tema yaitu, gambaran pelaksanaan komunikasi non verbal guru pada anak tuna grahita, gambaran pelaksanaan komunikasi verbal guru pada anak tuna grahita. Dapat disimpulkan bahwa guru menggunakan komunikasi verbal dan non verbal yang baik pada anak tuna grahita yang meliputi bahasa lembut, bahasa sederhana, reinfocemnet positif, sentuhan dan bahasa tubuh. Diharapkan guru kedepannya meningkatkan komunikasi pada anak dengan metode satu arah, dua arah dan multiarah.
rata-rata yang disertai dengan hambatan dalam perkembangan seperti, ketidakmampuan dalam berkomunikasi. Maka dari itu, anak mendapat
pembelajaran di sekolah luar biasa. Dari hasil observasi ditemukan bahwa
komunikasi antara guru dan pelajar tuna grahita tidak efektif. Sebagai contoh pada saat anak melakukan keributan, guru menegur dengan nada yang tinggi dan ekspresi wajah yang terlihat marah dan membuat kondisi kelas tidak kondusif. Jumlah murid tuna grahita sedang di SLB Karakter Mandiri sebanyak 15 orang. Dimana SLB Karakter Mandiri menempati urutan ke 3 dengan jumlah murid tuna grahita terbanyak. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi bagaimana jenis komunikasi yang digunakan guru pada anak tuna grahita sedang. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan pennelitian diambil secara purposive sampling yang berjumlah 6 orang guru SLB yang khusus mengajar anak tuna grahita di SLB Karakter Mandiri. Data diolah dan dianalisi menggunakan metode Creswell. Hasil penelitian lahirlah beberapa tema yaitu, gambaran pelaksanaan komunikasi non verbal guru pada anak tuna grahita, gambaran pelaksanaan komunikasi verbal guru pada anak tuna grahita. Dapat disimpulkan bahwa guru menggunakan komunikasi verbal dan non verbal yang baik pada anak tuna grahita yang meliputi bahasa lembut, bahasa sederhana, reinfocemnet positif, sentuhan dan bahasa tubuh. Diharapkan guru kedepannya meningkatkan komunikasi pada anak dengan metode satu arah, dua arah dan multiarah.