Literature Review : Studi Fenomonologi Seksualitas Pada Lansia Tahun 2020
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Sari, Diana Gusmita
Advisor:
Zuraida
Mardison, Lydia
Mardison, Lydia
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Seksualitas, Lansia, Fenomologi, Literature Review.
DOI:
-
Abstract :
Menurut WHO lanjut usia (lansia) adalah kelompok penduduk yang berumur
60 tahun atau lebih. Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Perubahan fungsi dan potensi seksualitas pada lansia di pengaruhi oleh kondisi fisik dan psikologis, dan terdapat ada beberapa faktor yang memepengaruhi aktivitas seksual pada lansia, yaitu pendidikan, usia, pengetahuan, penyakit, rasa tabu, bosan, budaya, dan kecemasan. maka ada dampak tidak terpenuhinya seksualitas pada lanjut usia dapat memicu terjadinya penganiayaan seksualitas seperti tindak kekerasan pada wanita, pelecehan seksual, pemerkosaan, pedofilia (hubungan seksualitas dengan anak-anak), pornografi anak, dan inses (hubungan seksualitas dengan dilakukan ayah kepada anak perempuannya).Penelitian ini bertujuan untuk Mengindentifikasi pandangan lansia terhadap seksualitas lansia pada tahun 2020.Penelitian ini menggunakan desain Study Literature Review yang diperoleh dari penelusuran artikel penelitian ilmiah dari rentang 2015-2020 dengan menggunakan database Google Scholar, Academia dan Researchgate. Berdasarkan hasil Study Literature Review, dari artikel yang telah di review bahwa Pemahaman fungsi seksualitas berdasarkan pemahaman lanjut usia
teridentifikasi adanya hubungan berbagai konteks yang meliputi hubungan fisik,
hubungan psikologis, hubungan sosial, hubungan persaudaraan dan hubungan
pernikahan, kebutuhan seksual merupakan kebutuhan dasar yang penting. Berdasarkan dari artikel yang telah di analisis, harapan kedepannya kepada lansia bahwa kebutuhan seksualitas merupakan dasar penting bagi manusia, karena hubungan seksualitas seperti saling pengertian, kasih sayang, bergandengan tangan dan hubungan seksualitas suami istri itu bagian dari ibadah dan juga dapat menjaga keharmonisan keluarga.
60 tahun atau lebih. Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Perubahan fungsi dan potensi seksualitas pada lansia di pengaruhi oleh kondisi fisik dan psikologis, dan terdapat ada beberapa faktor yang memepengaruhi aktivitas seksual pada lansia, yaitu pendidikan, usia, pengetahuan, penyakit, rasa tabu, bosan, budaya, dan kecemasan. maka ada dampak tidak terpenuhinya seksualitas pada lanjut usia dapat memicu terjadinya penganiayaan seksualitas seperti tindak kekerasan pada wanita, pelecehan seksual, pemerkosaan, pedofilia (hubungan seksualitas dengan anak-anak), pornografi anak, dan inses (hubungan seksualitas dengan dilakukan ayah kepada anak perempuannya).Penelitian ini bertujuan untuk Mengindentifikasi pandangan lansia terhadap seksualitas lansia pada tahun 2020.Penelitian ini menggunakan desain Study Literature Review yang diperoleh dari penelusuran artikel penelitian ilmiah dari rentang 2015-2020 dengan menggunakan database Google Scholar, Academia dan Researchgate. Berdasarkan hasil Study Literature Review, dari artikel yang telah di review bahwa Pemahaman fungsi seksualitas berdasarkan pemahaman lanjut usia
teridentifikasi adanya hubungan berbagai konteks yang meliputi hubungan fisik,
hubungan psikologis, hubungan sosial, hubungan persaudaraan dan hubungan
pernikahan, kebutuhan seksual merupakan kebutuhan dasar yang penting. Berdasarkan dari artikel yang telah di analisis, harapan kedepannya kepada lansia bahwa kebutuhan seksualitas merupakan dasar penting bagi manusia, karena hubungan seksualitas seperti saling pengertian, kasih sayang, bergandengan tangan dan hubungan seksualitas suami istri itu bagian dari ibadah dan juga dapat menjaga keharmonisan keluarga.