Pendidikan Kesehatan Individu; Audio Visual Tentang Kebutuhan Gizi Terhadap Perilaku Ibu Hamil Dengan KEK Di Wilayah Kerja Puskesmas Matur Tahun 2020
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Aisah, Septi Nur
Advisor:
Putri, Yelmi Reni
Juwita, Lisavina
Juwita, Lisavina
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Kekurangan energi kronis (KEK), Ibu Hamil, pendidikan kesehatan, individu, vidio dan alat peraga.
DOI:
-
Abstract :
Kekurangan energi kronis (KEK) adalah salah satu masalah gizi pada wanita
hamil. Umumnya seseorang yang mengalami kondisi KEK ini dapat menjadi tanda bahwa memiliki status gizi kurang. KEK merupakan keadaan dimana ibu menderita kekurangan makanan yang berlangsung menahun (kronis) yang mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan pada ibu sehingga kebutuhan ibu hamil akan zat gizi yang semakin meningkat tidak terpenuhi. Ibu hamil yang menderita KEK dapat menyebabkan keguguran, cacat bawaan, kematian neonatal, bayi lahir mati dan berat bayi lahir rendah (BBLR).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan individu; audio visual tentang kebutuhan gizi terhadap perilaku ibu hamil dengan KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Matur tahun 2020. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan penelitian one group pre-test and post-test desaign. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester 1 yang menderita KEK ditandai dengan pengukuran lila < 23,5 yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Matur. Dalam penelitian ini, sampel berjumlah 10 orang, Peneliti memakai teknik purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata-rata skor perilaku indikator pengetahuan sebelum intervensi adalah 6,3 sedangkan rata-rata skor perilaku
indikator sikap adalah 25,4 dan rata-rata skor perilaku indikator tindakan sebelum intervensi adalah 53,89%. Rata-rata skor perilaku indikator pengetahuan sesudah intervensi adalah 8,7 sedangkan rata-rata skor perilaku indikator sikap adalah 31,6 dan rata-rata skor perilaku indikator tindakan setelah intervensi adalah 78,42%. Pemberian pendidikan kesehatan individu tentang kebutuhan gizi berpengaruh signifikan terhadap perilaku (pengetahuan, sikap dan tindakan) ibu hamil dengan KEK, dimana terjadi peningkatan perilaku dengan peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 2,4 dengan p = 0,0005, rata-rata peningkatan sikap sebesar 6,2 dengan nilai p = 0,0005 serta peningkatan rata-rata tindakan sebesar 24,5% dengan nilai p = 0,0005. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan
kesehatan individu pada perilaku ibu hamil dengan KEK. Diharapkan kepada peneliti berikutnya untuk dapat mengembangkan penelitian mengenai pengaruh pendidikan kesehatan individu tentang kebutuhan gizi kepada ibu hamil dengan KEK.
hamil. Umumnya seseorang yang mengalami kondisi KEK ini dapat menjadi tanda bahwa memiliki status gizi kurang. KEK merupakan keadaan dimana ibu menderita kekurangan makanan yang berlangsung menahun (kronis) yang mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan pada ibu sehingga kebutuhan ibu hamil akan zat gizi yang semakin meningkat tidak terpenuhi. Ibu hamil yang menderita KEK dapat menyebabkan keguguran, cacat bawaan, kematian neonatal, bayi lahir mati dan berat bayi lahir rendah (BBLR).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan individu; audio visual tentang kebutuhan gizi terhadap perilaku ibu hamil dengan KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Matur tahun 2020. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan penelitian one group pre-test and post-test desaign. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester 1 yang menderita KEK ditandai dengan pengukuran lila < 23,5 yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Matur. Dalam penelitian ini, sampel berjumlah 10 orang, Peneliti memakai teknik purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata-rata skor perilaku indikator pengetahuan sebelum intervensi adalah 6,3 sedangkan rata-rata skor perilaku
indikator sikap adalah 25,4 dan rata-rata skor perilaku indikator tindakan sebelum intervensi adalah 53,89%. Rata-rata skor perilaku indikator pengetahuan sesudah intervensi adalah 8,7 sedangkan rata-rata skor perilaku indikator sikap adalah 31,6 dan rata-rata skor perilaku indikator tindakan setelah intervensi adalah 78,42%. Pemberian pendidikan kesehatan individu tentang kebutuhan gizi berpengaruh signifikan terhadap perilaku (pengetahuan, sikap dan tindakan) ibu hamil dengan KEK, dimana terjadi peningkatan perilaku dengan peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 2,4 dengan p = 0,0005, rata-rata peningkatan sikap sebesar 6,2 dengan nilai p = 0,0005 serta peningkatan rata-rata tindakan sebesar 24,5% dengan nilai p = 0,0005. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan
kesehatan individu pada perilaku ibu hamil dengan KEK. Diharapkan kepada peneliti berikutnya untuk dapat mengembangkan penelitian mengenai pengaruh pendidikan kesehatan individu tentang kebutuhan gizi kepada ibu hamil dengan KEK.