Pengalaman Manajemen Nyeri Pasien Post Operasi Tindakan ORIF Di Ruangan Ambusuri Lantai 1 dan 2 Di Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2020
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Sari, Mila
Advisor:
Kartika, Imelda R.
Oktavianis
Oktavianis
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Pengalaman , Nyeri, Pasien Pasca Op Fraktur.
DOI:
-
Abstract :
Nyeri merupakan bagian dari pengalaman hidup sehari-hari Nyeri bukan hanya merupakan modalitas sensori tetapi juga merupakan suatu pengalaman. The
American Society of Anestesiologis (ASA) mendifinisikan nyeri pasca operasi
sebagai nyeri yang timbul pada pasien pasca bedah karena prosedur bedah yang di lakukan. Manajemen nyeri adalah upaya mengurangi rasa sakit sampai pada tingkat kenyamanan yang dapat di terima pasien . Tujuan penilitian ini untuk mengindentifikasi dan mengetahui pengalaman manajemen pasien post operasi fraktur orif di ruangan ambusuri lantai 1 dan 2 RSUD Achmad Mochtar Kota Bukitinggi. Penelitian ini menggunakan metode penilitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data didapatkan dengan wawancara mendalam terhadap 5 partisipan yang terdiri dari 3 orang partisipan perempuan dan 2 orang partisipan laki- laki, usia 20 40 tahun, Yang di proleh dengan teknik purposive sampling. Hasil wawancara di analisa dengan menunggunakan metode colaizzi. Hasil wawancara didapatkan 7 tema yaitu 1) Respon fisiologis tentang pengalaman nyeri , 2) Respon Afektif terhadap pengalaman nyeri, 3) Dimensi kognitif, 4) Respon sosio kultural terhadap pengalamannya, 5) Penanganan nyeri yang dilakukan perawat dalam manajemen nyeri pasien.
Penilitian ini disimpulkan bahwa partisipan memiliki pengalaman nyeri yang berbeda beda dan jika mengalami nyeri perawat mengajarkan teknik nafas
dalam terlebih dahulu dan memastikan obat penghilang nyeri tetap tersedia agar
partisipan tidak melakukan banyak gerak dan cukup istirahat selama mengalami
perawatan di rumah sakit. Dan disarakan bagi partisipan tetap melakukan teknik
nafas dalam yang di ajarkan oleh perawat jka nyeri kembali.
American Society of Anestesiologis (ASA) mendifinisikan nyeri pasca operasi
sebagai nyeri yang timbul pada pasien pasca bedah karena prosedur bedah yang di lakukan. Manajemen nyeri adalah upaya mengurangi rasa sakit sampai pada tingkat kenyamanan yang dapat di terima pasien . Tujuan penilitian ini untuk mengindentifikasi dan mengetahui pengalaman manajemen pasien post operasi fraktur orif di ruangan ambusuri lantai 1 dan 2 RSUD Achmad Mochtar Kota Bukitinggi. Penelitian ini menggunakan metode penilitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data didapatkan dengan wawancara mendalam terhadap 5 partisipan yang terdiri dari 3 orang partisipan perempuan dan 2 orang partisipan laki- laki, usia 20 40 tahun, Yang di proleh dengan teknik purposive sampling. Hasil wawancara di analisa dengan menunggunakan metode colaizzi. Hasil wawancara didapatkan 7 tema yaitu 1) Respon fisiologis tentang pengalaman nyeri , 2) Respon Afektif terhadap pengalaman nyeri, 3) Dimensi kognitif, 4) Respon sosio kultural terhadap pengalamannya, 5) Penanganan nyeri yang dilakukan perawat dalam manajemen nyeri pasien.
Penilitian ini disimpulkan bahwa partisipan memiliki pengalaman nyeri yang berbeda beda dan jika mengalami nyeri perawat mengajarkan teknik nafas
dalam terlebih dahulu dan memastikan obat penghilang nyeri tetap tersedia agar
partisipan tidak melakukan banyak gerak dan cukup istirahat selama mengalami
perawatan di rumah sakit. Dan disarakan bagi partisipan tetap melakukan teknik
nafas dalam yang di ajarkan oleh perawat jka nyeri kembali.