Tingkat Ketergantungan Gadged pada Remaja di SMP Negeri 2 Kota Bukittinggi Tahun 2020
Categorie(s):
Skripsi
Author(s):
Saputra, Victor Trio
Advisor:
Febrina, Cory
Putri, Yelmi Reni
Putri, Yelmi Reni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Remaja, Ketergantungan, Gadget.
DOI:
-
Abstract :
Gadged merupakan salah satu karya inovasi kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi dibidang informasi. 64% pengguna gadged di Indonesia merupakan kelompok remaja. Penggunaan gadged pada remaja dapat memberikan dampak positif maupun negatif, salah satu dampak negatif gadged seperti kecanduan atau ketergantungan gadged, banyaknya waktu yang tersita untuk bermain gadged, gangguan konsentrasi dan menurunnya prestas I belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketergantungan gadged pada remaja di SMP N 2 Kota Bukittinggi. Rancangan penelitian ini deskriptif kuantitatif yang telah dilaksanakan pada bulan Juni 2020. Populasi seluruh remaja di SMPN 2 Bukittinggi sebanyak 1021 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional sampling dengan besaran sampel sebanyak 86 orang. Pengumpulan data pada menggunakan instrumen berupa kuisioner SAS-BI. Analisis data meliputi analisis univariat yang dilakukan secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi tingkat ketergantungan terbanyak adalah remaja dengan ketergantungan gadged rendah (34,9%) dan ketergantungan sedang (33,7%), sedangkan untuk ketergantungan tinggi adalah sebesar 14% dan sangat tinggi 4,7%. 51,7% remaja laki-laki menunjukkan gejala ketergantungan sedang dan 56,7% remaja perempuan menunjukkan tingkat ketergantungan rendah. Fitur paling sering digunakan remaja adalah media sosial (55,8%) dan juga fitur game (55,8%), musik dan video (41,9%) serta untuk belajar sebesar 44,2%. Disimpulkan bahwa mayoritas responden menunjukkan gejala ketergantungan gadged rendah dan sedang namun masih ditemukan sebagian kecil remaja dengan ketergantungan tinggi dan sangat tinggi. Diharapkan kepada semua pihak, terutama pihak sekolah dan orang tua untuk meningkatkan pengawasan dan pengontrolan penggunaan gadged pada remaja. Serta menciptakan program ekstrakurikuler di sekolah dengan melibatkan tenaga kesehatan dalam upaya penanganan ketergantungan gadged pada remaja.
dan teknologi dibidang informasi. 64% pengguna gadged di Indonesia merupakan kelompok remaja. Penggunaan gadged pada remaja dapat memberikan dampak positif maupun negatif, salah satu dampak negatif gadged seperti kecanduan atau ketergantungan gadged, banyaknya waktu yang tersita untuk bermain gadged, gangguan konsentrasi dan menurunnya prestas I belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketergantungan gadged pada remaja di SMP N 2 Kota Bukittinggi. Rancangan penelitian ini deskriptif kuantitatif yang telah dilaksanakan pada bulan Juni 2020. Populasi seluruh remaja di SMPN 2 Bukittinggi sebanyak 1021 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional sampling dengan besaran sampel sebanyak 86 orang. Pengumpulan data pada menggunakan instrumen berupa kuisioner SAS-BI. Analisis data meliputi analisis univariat yang dilakukan secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi tingkat ketergantungan terbanyak adalah remaja dengan ketergantungan gadged rendah (34,9%) dan ketergantungan sedang (33,7%), sedangkan untuk ketergantungan tinggi adalah sebesar 14% dan sangat tinggi 4,7%. 51,7% remaja laki-laki menunjukkan gejala ketergantungan sedang dan 56,7% remaja perempuan menunjukkan tingkat ketergantungan rendah. Fitur paling sering digunakan remaja adalah media sosial (55,8%) dan juga fitur game (55,8%), musik dan video (41,9%) serta untuk belajar sebesar 44,2%. Disimpulkan bahwa mayoritas responden menunjukkan gejala ketergantungan gadged rendah dan sedang namun masih ditemukan sebagian kecil remaja dengan ketergantungan tinggi dan sangat tinggi. Diharapkan kepada semua pihak, terutama pihak sekolah dan orang tua untuk meningkatkan pengawasan dan pengontrolan penggunaan gadged pada remaja. Serta menciptakan program ekstrakurikuler di sekolah dengan melibatkan tenaga kesehatan dalam upaya penanganan ketergantungan gadged pada remaja.