Literature Review : Analisa Masalah Kesehatan Jiwa Pada Wanita Lansia Dengan Gangguan Tidur

Categorie(s):
   Skripsi
Author(s):
   Syahri, Resma Masda
Advisor:
Delfatmawati
Putri, Yelmi Reni
ISSN/ISBN:
-
eISSN/eISBN:
-
Volume:
-
Keyword(s):
Lansia , Kesehatan Jiwa , Gangguan Tidur.
DOI:
-
Abstract :
Insomnia yaitu suatu gejala kelainan dalam pemenuhan kebutuhan tidur yang dimanifestasikan dengan kesulitan berulang untuk memulai tidur atau bahkan mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk melakukanya. Gangguan mental yang sering dijumpai pada populasi lansia yaitu, insomnia,
depresi, stres, anxietas, demensia dan delirium. Gangguan tidur disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu psikologis dan biologis, penggunaan obat obatan dan alkohol, lingkungan yang mengganggu serta kebiasaan buruk. Faktor psikologis memegang peranan utama terhadap kecenderungan insomnia. Banyak orang mengalami kesulitan tidur bagian dari proses menua. Perubahan umum pola tidur akibat proses penuaan adalah tahapan tidur berubah menurut umur, waktu tidur malam lebih banyak terganggu. Orang tua cenderung mengalami kondisi yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas tidur, orang tua cenderung lebih banyak mengantuk dari pada orang muda. Perubahan pola tidur orang tua cenderung mengalami waktu tidur dalam yang kurang, bangun lebih sering, dan mengalami kelelahan sepanjang hari. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat analisa masalah kesehatan jiwa pada wanita lansia dengan gangguan tidur . Penelitian ini menggunakan desain tradisional review atau narrative review yang diperoleh dari penelusuran artikel penelitian ilmiah dari rentang 2015-2020 dengan kriteria insklusi berisi terkait masalah kesehatan jiwa pada wanita lansia dengan gangguan tidur jenis penilitian kualitatif menggunakan database google scholer, Pubmed, Medline, Garuda dan Sinta .
Berdasarkan hasil Study Literatur Review, dari artikel yang telah di review Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas maupun kuantitas tidur pada lansia diantaranya adalah stress, kondisi penyakit kronis, pola makan serta aktifitas lansia dan lingkungan. Berdasarkan dari artikel yang telah dianalisis dari artikel yang telah di review 12 artikel yang didapatkan semua artikel mengatakan bahwa terjadinya insomnia dipengaruhi oleh faktor biologis, fisiologis , psikologis dan lingkungan sedangkan 8 artikel yanga mengatakan bahwa faktor psikologis memegang peranan utama terhadap kecenderungan insomnia seperti , cemas , depresi dan stress dan 4 artikel yang mengatakan bahwa penatalaksanaan terhadap kualitas tidur yang buruk dapat dibagi yaitu secara farmakologis dan non farmakologis Namun, obat dapat menimbulkan efek negatif, menyebabkan penderita gangguan tidur mengalami ketergantungan obat sehingga kualitas tidur yang baik tidak akan tercapai. Penatalaksanaan non farmakologis saat ini sangat dianjurkan, karena tidak menimbulkan efek samping. dan dapat memandirikan lansia untuk dapat
menjaga kesehatan mereka sendiri. Salah satu pengobatan secara non farmakologis dalam mengatasi gangguan tidur adalah aromaterapi , relaksasi otot progresif dan senam ergonomik. Peran perawat sangat kurang dalam memenuhi kulalitas dan kuantitas pada kesehatan lansia maupun pada tidur lansia. Peran perawat sangat diperlukan untuk memodifikasi kondisi maupun lingkungan pada lansia dengan gangguan tidur, diantaranya adalah melalui pendekatan aplikasi teori Self care dengan tehnik Supportive educative. Pemberian edukasi pada lansia tentang tatalaksana gangguan tidur
Download From Google Drive